Categories: Gaya Hidup

4 Cara Menikmati Waktu Dengan Gaya Hidup Slow Living Ala Sejauh Mata Memandang

s200 agnes dian.purnama - Situs Berita Online Terbaik

CANTIKA.COM , JAKARTA – Gaya hidup slow moving masih cukup asing bagi warga kota. Salah satu alasannya adalah dunia digital saat ini menuntut mereka untuk bergerak, bertindak, dan maju dengan cepat.

Faktanya, gaya hidup yang lambat tidak berarti kita tidak membuat kemajuan, tetapi kita dapat lebih fokus dan menikmati proses yang terjadi dengan kecepatan yang tepat dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, As Far As Eyes View menghadirkan 'Up to Our Home' di Yogyakarta sebagai wadah berbagi berbagai ilmu dan tips merawat bumi melalui kegiatan yang disebut 'File' dengan partisipasi berbagai komunitas slow living di Yogyakarta. . Hall meeting yang biasanya diadakan setiap hari Sabtu ini dibagi menjadi dua sesi, pagi dan sore.

Belajar bersama dari beberapa kegiatan yang dilakukan Mata Bandang dan komunitas slow life di Yogyakarta antara lain daur ulang kaos, menggambar dan mewarnai, membuat sabun cuci ramah lingkungan, merangkai bunga sambil menulis cerita, membuat tas eco-printed, belajar tentang Teh Jawa dan Sumatera, belajar menggabungkan teh serta membuat tempe kedelai lokal.

Simak beberapa aktivitas slow living di So Far As Our House:

1. Pertemuan terapeutik dengan rangkaian bunga sambil merekam cerita dengan episode dari Lab dan Klub Botani

The Sober Eyes Sees Botany Lab dan Sporadic Club berkolaborasi dalam sesi pembelajaran kolaboratif selama Sabtu pagi (30/07/2022) merangkai bunga sambil merekam cerita.

Selama kegiatan co-edukasi di To Our House ini, Risa Vibia, pendiri Sporadies Botanic Lab and Club, memberi semua orang bunga yang dia bawa dan mengajari mereka merangkai bunga sambil menulis cerita. Menurut Risa, merangkai bunga bisa menjadi kegiatan terapeutik dengan seni, seperti melukis atau merajut, yang dapat membantu meningkatkan jiwa seseorang karena bermain dengan warna, pola, dan bentuk membuat mereka lebih individual.

Sporadies adalah komunitas yang didirikan oleh Risa pada tahun 2021 yang menawarkan kelas master dalam merangkai bunga, serta ruang belajar tentang keanekaragaman tumbuhan sebagai bentuk apresiasi terhadap alam dan penciptanya, serta hubungan antara makhluk hidup dan masalah di dalamnya. . , seperti menyelamatkan kerusakan alam dan kepunahan tumbuhan.

2. Buat Tas Belanja Ecoprint by Pounding (Ketok) dari Kastuba, Indonesia

Pada acara Belajar Bersama minggu ketiga yang berlangsung pada hari Sabtu 30 Juli 2022, pada sore hari, As faras Eyes Hours mengundang Kastuba dari Indonesia untuk belajar membuat tas eco-printed menggunakan lakban atau weather tapping:

Kastuba adalah merek pewarna alami yang didirikan pada tahun 2020 oleh Herdina Rizka Damayanti dan di bawah naungan Migunani Group yang bergerak di bidang pertanian. Produk ini terbuat dari Ecoprint, Jamputan dan Shibori dengan pewarna alami.

Dalam kelas pembelajaran kolaboratif ini, peserta akan diajarkan bagaimana berkreasi dengan membuat tas eco-printed, dengan kain menyentuh daun untuk membuat hiasan yang indah. Pertama, daunnya diresapi dengan larutan tunjung atau pewarna alami. Kemudian, tergantung komposisinya, daun-daun itu diletakkan di atas kantong kain. Terakhir, daun dipalu agar cat menempel pada kantong kain dan membentuk pola.

3. Belajar tentang teh Jawa dan Sumatera dan teh padu dengan Sirja Cooking Club

The Sirja Cooking Club, komunitas memasak vegetarian yang didirikan oleh Chef Tika Sukarsa, Produser Tarlin Kandian dan Chef Fardun Lee, membantu memelihara To Our House melalui pembelajaran kolaboratif, khususnya menyajikan teh Jawa dan Sumatera. dilaksanakan pada sesi pagi. Sabtu 6 Agustus 2022

Pada sesi Belajar Bersama ini, Sirja Cooking Club memperkenalkan dan mengajak peserta untuk mencicipi teh oolong dari Bukit Barisan Sumatra, teh oolong dari Pegunungan Halimun dan Salak di Jawa Barat, serta teh hijau yang ditanam dari pengalaman Bumi Parahyangan yang terkenal. Sirja Cookery Club juga menyajikan sandwich selai kacang mete dan keju yang difermentasi bersama dengan teh dari pertanian di Bloor dan Karangasem, dan selai kacang spesial Chef Ferdian Lee yang dibuat dari kacang tanah yang ditanam di Sekolah Pagesangan, Gunungkidul, sebuah komunitas DIY. Senior, untuk dituai.

“Kami sangat mengapresiasi kehadiran To Our House sebagai tempat belajar untuk memperlambat, dan mengadopsi gaya hidup yang lebih sehat dan hijau, terutama sebagai tempat warga kota belajar untuk mencintai kearifan lokal, yang seringkali berakhir dengan kesenangan. kegiatan seperti serja,” kata Tiko Sukarsa, pendiri Sirja Cooking Club, “Klub Memasak dan Perkumpulan Slow Life di Yogyakarta terabaikan.”

4. Mengatur suhu kedelai lokal di Pagesangan School

Pada hari Sabtu, 6 Agustus 2022, kelas sore "Sejauh Mata Melihat" bekerja sama dengan Pagesangan School, komunitas DIY berbasis Gunungkidula yang didirikan pada tahun 2008 sebagai bagian dari acara Mari Belajar Bersama. Menggunakan model pendidikan pedesaan kontekstual di bidang pertanian. Pangan untuk Pemberdayaan. Komunitas ini mengajak warga sekitar, terutama anak-anak, untuk belajar bertani, berkebun dan berwirausaha.

Selama kegiatan pembelajaran kolaboratif ini, peserta diberikan materi dan alat untuk belajar dan mempraktekkan cara membuat panas lokal dari kedelai yang dipanen oleh Sekolah Pagesangan. Kami berharap para peserta dapat melatih diri membuat tempe di rumah.

Diya Viduretna, pendiri Pagesangan School, menjelaskan melalui pembelajaran kolaboratif ini, tim berharap para peserta dapat mengatasi ketergantungannya pada impor pangan dan dengan mengolah pangan sendiri, seperti; B. Produksi tempe dapat memperoleh peluang ekonomi. "Keterampilan ini juga dapat membantu kita bertahan dari bencana iklim dan pangan di masa depan," katanya.

To Our House buka untuk umum setiap hari mulai tanggal 8 Juli hingga 4 September 2022. Mau ikutan event Slow Living lainnya?

Baca: Tips Ramah Lingkungan Sejauh Mata memandang, Mulai dari Pakaian

NO ADS FULL NON-STOP SHOLAWAT GUS DUR – Syiir tanpo waton (plus lirik)

admin

Share
Published by
admin
Tags: GayaHidup