Categories: Sejarah

4 Fungsi Teks Cerita Sejarah Dan Cara Penyajian Yang Tepat Detikcom

menemukan ide pokok paragraf - Situs Berita Online Terbaik

Jakarta –

Seperti namanya, teks naratif sejarah adalah teks yang berisi fakta-fakta tentang peristiwa masa lalu atau latar belakang sesuatu yang memiliki nilai sejarah. Oleh karena itu, ia memiliki fungsi teks cerita sejarah.

Mengacu pada modul pengajaran bahasa Indonesia di sekolah menengah yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, teks cerita sejarah dapat berbentuk naratif atau deskriptif. Untuk itu, penyajian teks menggunakan rangkaian peristiwa dan runtun waktu.

Kronologi merupakan elemen penting untuk menghindari anakronisme dalam cerita. Anakronisme sendiri didefinisikan oleh Helmi Hakim sebagai penempatan tokoh, benda, peristiwa, atau kebiasaan di luar urutan kronologis.

Kronologi juga penting dalam teks naratif sejarah agar tidak terjadi kesalahan penyajian informasi. Selain itu, teks naratif sejarah juga melakukan fungsi yang berbeda berikut ini.

4 fungsi teks naratif sejarah 1. fungsi relaksasi

Fungsi rekreasi, seperti halnya fungsi teks naratif sejarah, adalah memberikan rasa senang dan senang kepada pembaca.

2. Fungsi inspirasi

Ciri lain dari teks naratif sejarah adalah fungsi inspirasi. Artinya, teks-teks sejarah sejarah memberikan inspirasi, imajinasi, dan kreativitas bagi kebangkitan bangsa dan negara.

3. Fungsi didaktik

Teks-teks cerita sejarah yang menjadi bagian dari bahan ajar di sekolah, tidak diragukan lagi berfungsi sebagai alat belajar atau mengajar.

4. Fungsi didaktik

Terakhir, fungsi teks naratif sejarah adalah pendidikan. Fitur ini mengubah teks cerita sejarah menjadi petunjuk dan pelajaran hidup bagi orang-orang dalam berperilaku.

Untuk mendukung fungsi teks naratif sejarah di atas, ada baiknya jika memperhatikan kaidah struktur dan bentuk penyajian yang benar dalam penyusunan teks. Anda dapat menemukan informasi lebih lanjut dalam ikhtisar di bawah ini.

Struktur teks narrative sejarah 1. Pendahuluan (Orientation)

Orientasi cerita merupakan bagian pendahuluan dari teks cerita. Bagian ini biasanya berisi pengenalan karakter dan peristiwa.

2. Acara

Peristiwa berisi catatan peristiwa sejarah yang pernah terjadi. Peristiwa terdaftar dalam urutan kronologis atau kronologis.

3. Penutupan (Perubahan arah)

Kesimpulan atau referensi berisi komentar atau pemikiran penulis tentang peristiwa yang diceritakan. Bagian ini berdasarkan keinginan penulis.

Bentuk penyajian teks narasi sejarah

Teks naratif sejarah disajikan dalam bentuk naratif dan diceritakan secara kronologis. Teks naratif sejarah juga merupakan bagian dari teks naratif dengan unsur tokoh, adegan dan konflik.

Selain itu, aspek kronologis harus diperhatikan sebagai ciri utama struktur teks naratif sejarah. Oleh karena itu, kalimat yang digunakan biasanya adverb pada past tense dan kalimat adverbial.

Contoh teks naratif sejarah antara lain Perang Diponegore, Jenderal Sudirman, Kisah Candi Borobudur, Penciptaan Danau Toba dan Pulau Samosir, Legenda Roro Jongrang, Biografi Nelson Mandela, dll.

Oleh karena itu, informasi tentang fungsi teks naratif sejarah dalam kaitannya dengan bentuk dan struktur penyajian dalam teks menjadi relevan. Semoga membantu, ya!

Tonton 'Tahun-Tahun Terburuk dalam Sejarah Manusia' [Gambas: 20 detik video] (hura/nwy)

Bertujuan untuk menciptakan Jenang Sengkolo dan Jenang Weton

admin

Share
Published by
admin
Tags: sejarah