Categories: Teknologi

Bahan Baku Hingga Teknologi Jadi Tantangan Pengembangan IKM |

Ayw1tp51VxX M - Situs Berita Online Terbaik

Inilah tantangan bagi pengembangan usaha kecil menengah bahan baku teknologi. – Menteri Perindustrian Agus Gumivang Kartasasmitha mengatakan ada 5 hal yang menghambat berkembangnya Usaha Kecil Menengah (UKM). Ini adalah bahan baku yang digunakan dan teknologi yang terkait dengan mesin yang digunakan oleh usaha kecil dan menengah.

Selain itu, terjadi peningkatan efisiensi sumber daya manusia (SDM), kurangnya standarisasi dan penerapan sistem keamanan pangan, dan terakhir dari segi harga jual.

"Khususnya mengenai harga jual, kami ingin umumkan bahwa harga baru-baru ini naik 5-15 persen berdasarkan studi yang dilakukan oleh GAPMI (Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia)," katanya. uji coba. Panitia VII Republik Demokratik Kongo, Senin (22.08).

Dia menjelaskan, pasokan bahan baku pangan masih fluktuatif karena pengaruh musim panen dan kualitas benih. Dari segi teknologi, penggunaan media produksi pengolahan masih sedikit, sehingga belum memenuhi standar produksi.

Ke depan, upaya peningkatan kapasitas tenaga kerja pangan harus diintensifkan. Apalagi dari sisi organisasi, masih banyak usaha kecil dan menengah di bidang pengolahan makanan dengan banyak tambahan tempat, fasilitas dan peralatan produksi.

Misalnya, pekerja dengan masalah kebersihan dan sanitasi dianggap cacat. Ini mengarah pada ketidakpatuhan terhadap standar produk akhir. Untuk alasan ini, pedoman seperti sistem Analisis Bahaya dan Titik Kendali Kritis (HACCP) diperlukan untuk mengendalikan proses untuk memastikan mereka aman dan berkualitas tinggi untuk dikonsumsi.

Karena itu, pihaknya telah menyiapkan berbagai program untuk pengembangan usaha kecil menengah di tanah air. Salah satunya adalah pengembangan program dalam pendekatan sentra IKM dan peningkatan daya saing usaha kecil dan menengah pangan. Hal ini digunakan untuk memberikan dampak yang lebih besar bagi anggota IKM dengan menyelaraskan bahan baku dan proses manufaktur dengan kebutuhan tenaga kerja.

“Oleh karena itu, bentuk intervensi pemerintah sangat besar pengaruhnya terhadap peserta IKM di sentra-sentra IKM tersebut, dan intervensinya adalah pembentukan dengan sentra-sentra IKM tersebut,” ujarnya.

Kemudian muncul penguatan ekosistem IKM Center, yang mencakup banyak anggota IKM. Di bagian atas, di mana pusat IKM berada, fokus pada pemasaran. Pendekatan ini juga memperhatikan spesifikasi dan bahan baku di area IKM tersebut.

“Termasuk peningkatan fasilitas sentra IKM karena departemen akan berupaya meningkatkan kapasitasnya untuk menyerap bahan baku dan kebutuhan akses pasar,” ujarnya.

Ada juga program rujukan, dukungan, dan sertifikasi HACCP untuk empat jenis produk. Terutama dari bedak moka hingga bedak lengket.

Kemudian dukungan teknis dan komersial dari para ahli, seperti pengembangan jaringan dan sistem keamanan untuk usaha kecil dan menengah. Ada dukungan dengan mendorong pertumbuhan pasar melalui pameran, termasuk di pasar domestik dan luar negeri.

“Kelima meningkatkan kapasitas dan produktivitas teknologi melalui program restrukturisasi mesin atau peralatan, dan keenam memperluas kerjasama antara restoran dan kafe,” ujarnya.

Wartawan: Arif Rahman h.

Sumber: Bahan Baku – Tantangan Teknologi untuk Pengembangan Usaha Kecil dan Menengah.

[az]

Seri Webinar SBRC "Bioenergetika #7"

admin

Share
Published by
admin
Tags: Teknologi