Categories: Sejarah

Cerita Bobotoh Di Balik Sejarah Bubble Match Arema Vs Persib CNN Indonesia

Foto arema FC javier roca latihan perdana - Situs Berita Online Terbaik

Jakarta, CNN, Indonesia.

Laga Arima-Perseb Bandung di Stadion Kanjuruhan Malang, Minggu (9 November) menjadi sejarah sepak bola Indonesia. Fans dari kedua tim melihat pertandingan yang luar biasa.

Suporter Persip Popoto disambut hangat oleh suporter setia Arima FC Armenia. Ini adalah pertama kalinya dua penggemar bertemu di tribun stadion dalam beberapa dekade.

Ada juga yang menarik dalam permainan ini: Popoto yang pergi ke markas Arema dikawal polisi sebelum, saat, dan setelah pertandingan. Di Inggris, metode ini dikenal sebagai safe bubble match.

Kepada CNNIndonesia.com, presiden Viking Frontline Boys Club Tobias Guinanjar mengatakan ada beberapa pihak yang membantu menakut-nakutinya. Mulai dari koordinasi Popoto dengan pihak kepolisian, panitia penyelenggara dan tentunya pembukaan Arimaania.

"Ya, ini cerita baru untuk permainan gelembung di Indonesia. Tim tamu tidak bisa mengikuti kebiasaan lama pertandingan luar ruangan (disebut duel panas) karena alasan keamanan dll. Tapi kemarin itu sejarah karena polisi berani "menghalangi" Fans. Sementara tim tuan rumah siap menjamu dan tim tamu juga terbuka untuk keluar, ada pertemuan antara dua fans itu," kata Tobias, Senin (9 September).

Tobias kemudian berbicara tentang sistem bubble match di Premier League. Di Inggris sendiri, pada siang hari yang panas yang dapat menyebabkan kekacauan, keamanan pertandingan gelembung diperhatikan. Polisi telah mengidentifikasi pertandingan yang memerlukan keamanan khusus dengan membaginya menjadi tiga kategori tingkat keamanan pertandingan.

"Di luar itu biasa, karena sarana dan prasarananya sangat mendukung untuk stadion dan infrastruktur lainnya. Di Indonesia, stadion belum bisa memisahkan lapangan antara pengunjung dan tuan rumah. Jadi pasti campur aduk." .

Sementara itu, pada pertandingan Arim vs. Persib, ketika Popoto tiba di Malang, Arymania dan kaptennya memberikan sambutan khusus kepada Malang.

Usai pertandingan, kedua suporter saling sapa untuk menciptakan suasana santai dari tribun atas Stadion Kanjurukhan.

Bahkan saat jeda, CEO Aremania dan Bobotoh, antara lain Tobias Ginanjar, Hera Joko, Sesep, Doni Hooligan, Jarvo dan Keuep, turun dan pergi dengan surat cinta untuk Armenia dan sepak bola Indonesia.

Usai laga, Aremania mampu menunjukkan kedewasaannya dengan menerima kekalahan 1-2 timnya dari Persib, apalagi usai laga usai tak ada aksi terpuji penonton tuan rumah terhadap tim tamu.

Aryamania pun berpamitan dan menyapa para suporter Persip satu per satu saat mereka bersiap meninggalkan stadion.

“Kalau kemarin untuk mixing, dikoordinir, polisi 'mengamankan' dari awal pemberangkatan sampai kepulangan, perwakilan tim resepsi diterima sangat baik, banyak dibantu dan didampingi pengasuh. satu atau dua insiden kecil, kata Tobias, menurut saya ini biasa saja, karena pertemuan itu baru pertama kali, tapi menurut saya sangat bagus dan menguntungkan".

Tobias mengaku tidak mengetahui secara pasti jumlah Popoto yang hadir di Kanjuruhan. Namun, diperkirakan ada sekitar 500-600 di antaranya.

“Kalau angka pastinya saya belum tahu pasti, tapi sudah ada sekitar 400 yang sudah memesan tiket melalui tim kami. Dia berkata. Dia berkata.

Lanjut ke halaman selanjutnya…

JERSEY PERSIB VS JERSEY AREMA FC, siapa yang lebih baik? #selamat tinggal

admin

Share
Published by
admin
Tags: sejarah