Categories: Sejarah

Dispora Pekanbaru Ajak Anggota Paskibra 2022 Berwisata Sejarah Pemerintah Kota Pekanbaru

80464 news dispora pekanbaru aj - Situs Berita Online Terbaik

(PEMCO) Pekanbaru melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispura) Pekanbaru mengundang seluruh 40 (Pasbaru) pengibar bendera – 40 total – untuk mengunjungi sejumlah tempat bersejarah untuk mempromosikan patriotisme dan patriotisme – Pekanbaru.go.id

Pemerintah Kota Pekanbaru ( Pimco ) melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Pekanbaru mengundang empat puluh pengibar bendera (Pasquebra) yang berjumlah 40 orang untuk mengunjungi sederet situs bersejarah guna meningkatkan rasa cinta tanah air. . dan patriotisme, Selasa (16/8). Sekretaris Despora Pekanbaru Hadi Farmanzia, S.Ag, MC, Kabag Pemuda Muh. Jinta Bawana Mazda, SE, Adyatama Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Desman, ST, komunitas wisata sejarah Dadang Irham, pembina, juru kunci, Dinas Pemuda THL dan anggota Paskibraka ikutan.

“Kami mengajak mereka untuk berwisata sejarah ke Pekanbaru, termasuk mengunjungi makam pendiri Pekanbaru, Sultan Muhammad Ali Abdul Jalil Jembatan Sayah (Alm Pekan). area kompleks. Masjid Agung Nur Alam, J. Sinibilan, Provinsi Sinibilan Kampung Kota Bandar dan pengukiran bendera Pengibaran bendera merah putih pertama di RTH Tunjuk Ajar Integritas Jl. Ahmet Yani Pekanbaru Tindakan ini merupakan bentuk penghormatan dan terima kasih atas jasa-jasanya. tentang mendiang dan memperpanjang kisah perjalanan para pendiri Pekanbaru yang berjasa atas terciptanya kota Pekanbaru yang berkembang pesat sejak saat itu.”

Dalam kesempatan ini, Himpunan Sejarah Pariwisata Dadang Irham berbicara tentang sejarah panjang makam almarhum Pekan. Sebelumnya, Pekanbaru adalah kota kecil yang dikenal sebagai Dusun Senapelan, kepala pedalaman (liar).

Dalam perkembangannya, Dusun Sinabella pindah ke pemukiman baru bernama Dusun Payung Sekaki yang terletak di tepi Muara Siak. Perkembangan Dusun Senapela erat kaitannya dengan perkembangan Siak Sri Indrapura.

“Saat itu, raja keempat Siak Sri Indrapura, Sultan Abdul Jalil Alamuddin Sayah, Tingku Alam (1762 – 1765 M), kemudian membangun istananya di Kampung Bukit, dekat kota kecil Sinabilan (sekitar Masjid Pekanbaru). ), sekarang menetap di Sinibilan Raya).

WhatsApp Image 2022 08 22 at 19 46 36 1 - Situs Berita Online Terbaik

Tak lama setelah berada di sana, Sultan Abdul Jalil Alamuddin Seyah membangun seminggu (pasar) di Sinibalan, tetapi minggu ini tidak berkembang. Kemudian putranya Raja Muda Muhammad Ali melanjutkan pekerjaan perintisannya di daerah baru segera di dekat pelabuhan yang sekarang. Selain itu, pada tanggal 21 Rajab atau Selasa, 23 Juni 1784, Provinsi Sinibilan diubah namanya menjadi Pekan berdasarkan nasehat nenek moyang keempat suku tersebut (Kostal, Limabulo, Tanah Datar, Kambar). musim semi .

“Sejak itu, 23 Juni diperingati sebagai Hari Peringatan Pekanbaru setiap tahun. Sejak itu, nama "Chinnapilan" turun dan disebut Pekanbaru," katanya.

Usai mengunjungi makam almarhum Pekan, tim Pascabra dan anggota menuju ke kuil pertama untuk mengibarkan bendera merah putih di Pekanbaru. Dadang Irham menjelaskan bahwa Indonesia mendeklarasikan kemerdekaannya pada hari Jumat tanggal 17 Agustus 1945, 3 hari setelah Jepang menyerah tanpa syarat kepada Sekutu pada tanggal 14 Agustus 1945 dalam Perang Dunia II. Berita kemerdekaan ini mulai menyebar ke seluruh Indonesia, termasuk kota Pekanbaru.

“Tanggal Pengibaran Bendera Merah Putih Pertama di Pekanbaru” diumumkan oleh rakyat Indonesia pada hari Jumat, 17 Agustus 1945, 3 hari setelah Jepang menyerah tanpa syarat kepada Sekutu pada 14 Agustus 1945 dalam Perang Dunia II. kemerdekaan. Kemudian berita itu menyebar. Kemerdekaan ini ada di seluruh wilayah Indonesia, termasuk kota Pekanbaru.

Kabar tersebut baru saja sampai ke Pasrul Jamal, Kepala Bidang Kepemudaan PTT (telepon dan telegraf) Pekanbaru di Pekanbaru, yakni tahun 1945. Pada 22 Agustus, petugas PTT Sarin dan Azvar Abyan adalah yang pertama didengar, tetapi dia tidak bisa menyiarkan. Berita pengumuman karena Pekanbaru masih dikuasai Jepang. Keterlambatan pengumuman tersebut disebabkan oleh kendala media dan komunikasi.

Pada tanggal 30 Agustus 1945, para pemuda pejuang Riau yang tergabung dalam Regu Pemuda PTT Pekanbaru mulai menyebarkan pesan kemerdekaan Indonesia kepada masyarakat luas. Setelah menyebarkan berita tersebut, Basra Jamal memutuskan untuk mengibarkan bendera merah putih di gedung PTT di Pekanbaru pada tanggal 31 Agustus 1945. Pada tanggal 31 Agustus 1945, kebangkitan hanya berlangsung sampai pukul 10:00, setelah itu ditembak jatuh oleh Jepang. Di bulan September. Jumat, 15 Januari 1945, 14:00 Di bawah ancaman tentara Jepang, bendera merah putih dikibarkan dengan mengiringi lagu kebangsaan Indonesia Rai.

Prasasti Batu Hitam ditulis pada tanggal 10 November 1978 oleh Gubernur Riau HR Soebrantas Siswanto. Situs peninggalan sejarah ini telah dijadikan cagar budaya Pemerintah Kota Pekanbaru oleh Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata dan berada di bawah perlindungan Negara Republik Indonesia. “UU Nomor 11 Tahun 2010 tentang Perlindungan Cagar Budaya”. dan SK Kota Pekanbaru No. 710 Tahun 2018” (Cominfo10/RD5).

admin

Share
Published by
admin
Tags: sejarah