Posted on

Selamat hari Jum’at dan selamat datang balik dalam rubrik Flashback Friday! Edisi kali ini saya akan membahas serial “Yosuga no Sora: In Solitude Where We Are Least Alone“, yg biasa juga dikenal dengan sebutan “Yosusora“. Bagi yg telah mengikuti serial anime dari tahun 2010, mungkin kalian mengenali judul satu ini. untuk itu pribadi saja kita membahas serial satu ini.

[Flashback Friday] Yosuga no Sora: In Solitude, Where We Are Least Alone

“Yosuga no Sora: In Solitude Where We Are Least Alone” merupakan novel visual yang dirilis Sphere di 25 Desember 2008 untuk platform PC. Naoto Sakura (Boku no Mirai wa, Koi to Kakin to. ~Change To The Future~) menjadi pengarah adegan novel visual ini. Seiri Asakura, Yukiji Tachikaze dan dibantu asisten Takuya Tanaka menjadi penulis skenarionya. Hiro Suzuhira serta Takashi Hashimoto sebagai desainer karakter serta artist CG-nya. Manack menggubah musik latar belakang, lagu pembuka serta penutupnya. Rita bawakan lagu pembuka “Michi no Saki, Sora no Mukou“, dan lagu penutup “Yoake no Prism“.

Adaptasi manga “Yosuga no Sora” diluncurkan Takashi Mikaze pada majalah Monthly Comp Ace pada Oktober 2009. Manga ini sempat ditangguhkan pada April 2010 demi mendukung penerbitan volume pertamanya. sehabis volume pertama diterbitkan Kadokawa Shoten pada 26 Mei, serialisasi manga ini pulang berjalan. Penangguhan ke 2 dilakukan pada September 2010, hal ini demi menyesuaikan cerita slot gacor asal adaptasi anime-nya. sesudah itu, volume ke 2 manga-nya terbit pada 25 Desember 2010. Serialisasinya resmi berakhir pada terbitan majalah pada Januari 2011.

Adaptasi anime “Yosuga no Sora” diumumkan di Mei 2010 serta direncanakan tayang di Oktober 2010 dengan jumlah 12 episode. Anime ini memakai format rute masing-masing heroine utama, dengan tambahan rute Nogisaka Motoka di bagian outro. Takeo Takahashi (Spice & Wolf) sebagai sutradara dan Arakawa Naruhisa (Maoyuu Maou Yuusha) menjadi penyusun komposisi serinya. Kanetoshi Kamimoto (Hidan no Aria) berperan menjadi ketua pengarah adegan animasi dan desainer karakternya. Studio feel. (Oregairu Zoku & Kan) menggarap animasinya. Oricon mencatat bahwa blu-ray dan DVD anime “Yosuga no Sora” telah terjual sampai 9.116 salinan. Pendapatan kotor dari penjualan BD dan DVD ini mencapai 260,9 juta yen.

Sinopsis

Si kembar -Haruka dan Sora- pulang ke rumah kakeknya

Mereka mengunjungi tempat tinggal ini beberapa kali ketika masih mungil dan masih mengingatnya. Beberapa ketika lalu, mereka kehilangan orang tuanya dalam kecelakan kendaraan beroda empat dan mereka memutuskan untuk pindah serta hayati pada tempat tinggal kakeknya…..Nao, sahabat lamanya, Ryouhei, teman sekelasnya, Akira, pendeta pada kuil setempat, serta Kazuha, teman dekat Akira, menyambut mereka.

tak ada yg berubah. Ingatan usang serta atmosfir sunyi menyembuhkan kesedihannya….tapi, kehidupan damainya perlahan berubah…… Janji misteri sudah dibuat di ketika lampau. Sebuah harta yg hilang. Sebuah alasan sesungguhnya dari mereka berpindah ke kota. Perasaan sesungguhnya. Cerita dimulai di bawah surya musim panas.

Karakter

Kasugano Haruka (CV: Hiro Shimono serta Megumi Matsumoto (versi belia))

kakak kembar berasal Kasugano Sora. Haruka adalah pemuda yg amanah serta tenang yg tampak pasif pada kehidupannya. Kehilangan kedua orangtuanya menghasilkan hatinya hancur, serta kian terbebani menggunakan tanggungan famili bersama saudara termuda kembarnya. Hal ini membuatnya seringkali risi dengan keadaan Sora.

Kasugano Sora (CV: Hiroko Taguchi)

galat satu heroine asal serial ini serta pula saudara termuda kembar dari Haruka. beliau terlahir pada keadaan kesehatan yang lemah serta ini membuatnya tak jarang dikhawatirkan sang Haruka. ia juga dikenal pemalas serta egois. Meskipun begitu, Sora memiliki cita-cita untuk selalu bersama saudara tertua kembarnya untuk tetap senang .

Amatsume Akira (CV: Kayo Sakata serta Megumi Matsumoto (versi muda))

keliru satu heroine yg dikenal dengan sikapnya yang energik serta periang. Selain menjadi siswi SMA, Akira jua seorang miko atau rahib kuil yg tinggal sendirian di sebuah tempat tinggal dekat kuil tersebut. dia mempunyai ayah yang sama menggunakan Kazuha, tetapi menggunakan latar belakang yg berbeda. sebab tinggal sendirian pada bukit, ia jua diasuh sang seorang wali yg pula pemilik toko, Yahiro Ifukube. Akira mengungkap dirinya menyukai permainan anal.

Migiwa Kazuha (CV: Ryouko Ono)

Heroine lainnya yang pula anak asal pebisnis serta ditinjau seperti putri raja pada desa. Gadis berambut hitam panjang ini jua dikenal dengan ketelitian serta ketajaman pikirannya. dia pula mahir dalam memainkan biola. Dikarenakan latar belakang keluarga, Kazuha selalu risi terhadap keadaan Akira yg dirasa dikucilkan keluarganya.

Yorihime Nao (CV: Yuka Inokuchi)

sahabat masa kecil asal Haruka dan pula heroine berasal serial ini. Gadis berkacamata ini tinggal pada dekat dengan kediaman Kasugano. pada sekolah, beliau dikenal menjadi siswi jenius yang juga perenang yg handal. peristiwa pelecehan seksual animo panas beberapa ketika silam membentuk hubungan Nao dengan Sora kian jauh.

Ifukube Yahiro (CV: Ryouko Tanaka)

Karakter pendukung di serial ini yg juga dikenal menjadi pemilik toko permen serta juga teman dekat dari Motoka. Yahiro secara tidak resmi juga sebagai pengasuh atau wali asal Akira, namun dia wajib menyembunyikan perannya ini asal Akira. Masa kemudian Yahiro dipenuhi dengan kegagalan cinta, janji yang terlupakan, serta virtual yg musnah.

Nakazato Ryouhei (CV: Takurou Nakakuni)

Pemeran pendukung yang pula sahabat dekat asal Haruka. Ryouhei sangat bersikeras untuk memperbaiki hubungan Haruka dengan Nao yang sempat menjauh akibat peristiwa beberapa tahun kemudian. Wingman yg sportif, tetapi juga dikenal juga menggunakan usahanya buat menarik hati Sora.

Kuranaga Kozue (CV: Yukari Minegishi)

koordinator kelas yg awalnya jatuh cinta pada pandangan pertama kepada Haruka. Dikenal pemalu dan tendensi dandere-nya, Kozue pula memiliki mode delusional dimana dia berfantasi wacana Haruka. beliau berusaha untuk menjadi orang yg berdikari dan ingin tinggal pada kota daripada di pedesaan.

Nogisaka Motoka (CV: Tae Okajima)

Motoka dikenal menjadi maid atau asisten tempat tinggal tangga dari keluarga Migiwa. dia praktis mabuk walau hanya meneguk segelas arak. ketika mabuk, ia menandakan sisi yg paling berbahaya asal karakter lain pada seri ini. Motoka mempunyai rute bonus di anime-nya, tepatnya di bagian outro. Kreator seri ini mencatat bahwa Motoka memiliki tingkatan libido tertinggi berasal karakter lainnya.

Impresi

Apa yg membuat “Yosuga no Sora” dianggap menjadi bom pada akhir tahun 2010? Inses? Adegan dewasa? detail yang memanjakan mata? Bukan. tapi sebab staf produksi anime dan staf novel visualnya yang sengaja mengerjai para penonton serta pembaca novel visualnya disini. Mereka sengaja membuat sebuah rute bernama “Omake insentif Feature” yang berfokus pada maid milik famili Migiwa, Motoka Nogisaka. Tentunya saya tidak perlu jelaskan apa isi rute ini. tidak mirip heroine lain yg dapat menyatu garis waktunya, rute Motoka wajib berdiri sendiri pada satu segmen. namun dari semua itu, perhatian primer dari adaptasi ini merupakan akhir rute Sora yang membuat penonton bereaksi “yikes” atau “Imouto is the best!“.

Saya tidak mau duduk pada salah satu kubu disini, sebab menghabiskan 40-50 jam buat membaca novel visualnya sendiri menghasilkan aku merogoh kesimpulan, “All heroine is good. Balanced and unique“. Mengingatkan diri dengan nilai dan tata cara? buat medium hiburan semacam ini, aku pikir kalian perlu melepas otak kalian terlebih dahulu sebelum menonton atau membacanya. sungguh, reaksi jijik itu hanyalah fase awal. tetapi demi kenyamanan diri sendiri di masa depan, semoga kalian berhenti di fase tersebut.

Review Anime Novel Visual

Buat berukuran anime yang tayang pada tahun 2010, aku takjub menggunakan pengerjaan kualitas animasinya. Asal sekian judul novel visual yg diadaptasi oleh studio feel, “Yosuga no Sora” berdasarkan aku menjadi adaptasi paling baik kualitas animasi, penyusunan skrip, apalagi musiknya. “Ah rating-nya buruk “.

Rating? untuk apa melihat rating? Ini soal kepuasan personal berasal menikmati suatu tontonan, sebagai akibatnya telah dipastikan tiap orang punya impresi tidak selaras. tak lupa pula menggunakan penjualan BD serta DVD-nya yg hampir menembus angka 10.000 salinan. buat pencapaian ini, saya pikir telah melebihi sasaran mereka. saya ulangi, ini mungkin telah melebihi target komite produksinya.

Ngomong-ngomong, studio feel sebelumnya juga mengadaptasi anime berasal novel visual mirip “Da Capo“, “Otoboku“, “Fortune Arterial“, “Ushinawareta Mirai 0 Motomete“, ”Island“, dan “YU-NO“. Bagi kalian yg belum menonton adaptasi anime-nya, saya harap kalian melihat dulu format rute penayangannya pada bawah ini:

  • Rute Kazuha: Episode 1, dua, 3, 4
  • Rute Akira: Episode 1, dua, 5, 6
  • Rute Nao: Episode 1, 7, 8, 9
  • Rute Sora: Episode 1, 7, 11, 12
  • Rute Motoka: Episode 1-12 di bagian akhir

Kesimpulan Akhir

Baiklah mungkin itu saja yg mampu saya bahas asal serial legendaris dari dekade kemudian ini. aku memiliki planning buat membahas serial anime yg tayang pada 2000-2005. tetapi aku butuh rekomendasi lebih, sebagai akibatnya saya memohon rekomendasi asal kalian ya para pembaca JOI. Silahkan berikan saran dan komentar di kolom di bawah ya! sampai jumpa pada edisi berikutnya!

One Reply to “[Flashback Friday] Yosuga no Sora: In Solitude, Where We Are Least Alone”

Leave a Reply

Your email address will not be published.