Categories: Gaya Hidup

Gaya Hidup Lestari Tidak Cukup Kumpul, Angkut, Buang Sampah ANTARA

1659386006 840 gsmarena 001 - Situs Berita Online Terbaik

Meskipun teknologinya masih di AS, itu sudah tersedia.

Jakarta (Antara) – Gaya hidup berkelanjutan atau sustainable harus dibarengi dengan pengelolaan sampah yang baik.

“Model pengelolaan sampah yang lama yaitu pengumpulan, pengangkutan dan pembuangan sampah belum terbukti menjadi solusi yang lengkap,” kata Hangara Sukandar, Director of Sustainability di Responsible Care Indonesia. Jumat

Kerjasama antara berbagai pihak, termasuk produsen, pengolah dan pihak berwenang, penting untuk menangani masalah sampah yang kompleks.

Alih-alih hanya mengumpulkan dan membuang, pengelolaan sampah digalakkan berdasarkan prinsip 3R, yaitu reduce, reuse, recycle.

Gaya hidup yang rasional tidak cukup untuk mengumpulkan, mengangkut, dan membuang sampah. Teknologi ITF menghasilkan listrik

Khangara mengatakan upaya harus terus melibatkan masyarakat, produsen, konsumen, asosiasi dan pemerintah dalam kegiatan daur ulang, terutama sampah plastik, program kesadaran dan edukasi sampah plastik durian Yok Yok. Daur ulang dimulai oleh PT Trinseo.Indonesia Materials.

“Sosialisasi dan edukasi harus dilakukan sedemikian rupa sehingga masing-masing kelompok dapat menjalankan fungsinya sesuai dengan bagiannya masing-masing.”

Menurutnya, penerapan proses pengelolaan sampah secara top-down berulang kali dihadapkan pada kendala.

“Dari tantangan teknis pengumpulan sampah hingga kurangnya pengetahuan mereka yang terlibat dalam pengelolaan sampah versus mereka yang dapat menerima atau mendaur ulang sampah,” katanya.

Tidak cukup hanya mengumpulkan, mengangkut, dan membuang limbah gaya hidup lingkungan. Dosen IPB kembangkan inovasi daur ulang sampah tak berbau BakPo SABDO

Namun, teknologi yang terus berkembang memungkinkan untuk mendaur ulang plastik yang sebelumnya dianggap sulit untuk didaur ulang, seperti polistirena atau polistirena.

Melalui proses yang disebut depolimerisasi (depolymerization), setiap produk yang komponen utamanya adalah polystyrene dapat diubah kembali menjadi bahan baku aslinya.

“Teknologi yang saat ini sedang dikembangkan di AS dan Belgia sudah ada. Kami berharap dapat berpartisipasi di Asia dalam waktu dekat, khususnya di Indonesia. Sekarang kita semua bersatu untuk menyambut teknologi yang akan datang selanjutnya,” kata Khangara.

Hidup Berkelanjutan Di Jakarta Selatan, mengumpulkan, mengangkut, dan membuang sampah saja tidak cukup.

Gaya hidup ramah lingkungan saja tidak cukup untuk mengumpulkan, mengangkut, dan membuang sampah dengan nilai ekonomis sampah di Jakarta Utara

Gaya Hidup Ramah Lingkungan Mengumpulkan, mengangkut, dan membuang sampah saja tidak cukup RI-Jepang menjajaki kemungkinan kerjasama dalam pengelolaan sampah

Jurnalis: Ida Noorkahany Editor: Suryato Hak Cipta © ANTARA 2022

Dr Massaro tentang pengelolaan sampah. Webinar oleh Ahmed Zainal Abidin PSLH ITB

admin

Share
Published by
admin
Tags: GayaHidup