Categories: Pendidikan

Gelar Asesmen Nasional

Songsong Asesmen Nasional dan PISA 2022 SMP Negeri 2 Kelapa Kampit Gelar Pelatihan Menulis Bagi Guru dan Siswa 2 - Situs Berita Online Terbaik

Jakarta (Kemenag) — Direktorat Pendidikan Prasekolah dan Pemukiman Islam Kementerian Agama Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Permukiman Islam Salafiyya (PKPPS) melakukan penilaian nasional santri santri atau pemerataan pendidikan. Rangkaian operasi ini dimulai pada 1 Agustus 2022 dan akan berakhir pada 6 November 2022.

Proses evaluasi sendiri akan berlangsung pada 29 Agustus 2022. “Penilaian Nasional Pemerataan Pendidikan di Pesantren Salafiyya (PKPPS) merupakan langkah fundamental dan strategis untuk memetakan dan menilai kualitas pendidikan dengan menjaring input, proses dan outcome,” kata Dirjen Pendidikan Islam Mohammad Ali Ramdani, Rabu. (24/08/2022) di Jakarta.

Sistem pengajaran PKPPS, kata pria yang akrab disapa Kang Dhani ini, harus mampu mengembangkan kemampuan membaca dan berhitung siswa serta menjaga karakter sosial-emosional mereka. Lingkungan pendidikan yang diciptakan juga bertujuan untuk mendukung kreativitas dan profesionalisme guru, serta pengembangan kualitas pendidikan pada umumnya.

“Mahasiswa dan pemangku kepentingan yang terlibat dalam AN PKPPS harus bisa saling mendukung dan mensukseskan agenda nasional ini. Kedepannya, hasil AN PKPPS akan menjadi dasar bagi penyusunan kebijakan yang ditujukan untuk peningkatan mutu pendidikan. tempat tinggal Islam, sekolah. Hal ini merupakan bentuk tanggung jawab dalam upaya ikut mencerdaskan kehidupan bangsa dalam rangka pendidikan nasional. Untuk itu, sangat diperlukan koordinasi persiapan dan partisipasi semua pihak,” sebutnya. .

Mengikuti arahan Dirjen Pendidikan, Wariono Abdul Ghafoor, Direktur Madrasah Diniya dan Pemukiman Islam, menjelaskan pentingnya AN PKPPS dan menekankan pentingnya kerjasama dan mendukung fasilitas yang diperlukan. Menurutnya, sejak tahun 2020, pemerintah telah membentuk NV untuk memetakan kualitas pendidikan di Indonesia. PKPPS sebagai bagian dari sistem pendidikan nasional juga memiliki hak dan tanggung jawab untuk mengikuti NA yang meliputi penilaian kemampuan literasi dan numerasi, survei karakter dan survei lingkungan kerja.

“Kami mengharapkan kesediaan dan partisipasi mahasiswa, staf dan pimpinan PKPPS untuk berpartisipasi secara penuh dan tepat waktu dalam AN PKPPS ini. diperlukan dalam proses evaluasi ini,” jelasnya.

Varyono menjelaskan, persiapan yang perlu diperhatikan dalam AN PKPPS antara lain penyiapan sistem pendidikan di satuan pendidikan, pendataan yang valid dan sarana prasarana yang memenuhi persyaratan.

Selain itu, data peserta AN PKPPS yang akurat juga diperlukan. “Data baseline PKPPS yang akurat memastikan kualitas pelaksanaan dan hasil penilaian nasional. Mari kita bangun database PKPPS yang handal yang akan dikenal dan digunakan bersama-sama,” harapnya.

Dalam pertemuan terpisah, Kepala Cabang Pendidikan Kesetaraan Direktorat Pendidikan Prasekolah dan Direktorat Pembinaan Islam Rahmawati menjelaskan gambaran teknis dan statistik anggota AN PKPPS. Menurut Rahmavati, pihaknya terus melakukan koordinasi, sosialisasi dan penguatan berbagai isu terkait AN PKPPS. Data EMIS, termasuk untuk semester 2021/2022, serta pengolahan lebih lanjut menunjukkan ada 37.337 peserta PKPPS AN. Jumlah tersebut diproyeksikan terdiri dari 2.144 siswa Ula (73,86%), 22.031 (47,37%) siswa dan 13.162 (49,02%) siswa Ula yang akan mengikuti penilaian nasional.

“Dari 1.415 lembaga yang memiliki Nomor Induk Sekolah Nasional atau NPSN, 1.321 di antaranya mengikuti AN 2022. Dengan demikian, persentase partisipasi tahun ini mencapai 93,36%. Semoga kedepannya kita bisa lebih massif dan menyebar lebih luas lagi. dalam melakukan penilaian PKPPS nasional, dengan mengutamakan kualitas dan pelayanan yang terbaik.

KETUA KOMISI KUNJUNGI SEKOLAH PRA PENDIDIKAN ANBK

admin

Share
Published by
admin
Tags: pendidikan