Categories: Kesehatan

Harus Tahu! 21 Penyakit Ini Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan InsertLive

Halo semuanya, pada postingan kali ini admin akan membahas tentang topik kesehatan, mungkin anda semua sangat membutuhkan informasi yang berharga tentang kesehatan, selanjutnya admin akan membahas beberapa hal tentang topik ini, semoga dapat membantu anda semua dan semoga artikel ini dapat memberikan solusi atau ide . atau ilmu kesehatan baru, artikel yang saya terbitkan berjudul Perlu Tahu! 21 Kondisi ini tidak ditanggung oleh BPJS Kesehatan InsertLive , total jumlah kata artikel ini adalah 876 kata dan waktu pembacaan kurang lebih 2 menit 55,20 detik. Pembacaan hanya membutuhkan waktu beberapa menit.

Jakarta, Sisipkan Langsung

BPJS Kesehatan adalah skema jaminan sosial nasional yang dapat memberikan perlindungan medis untuk kondisi tertentu yang ditanggung oleh BPJS.

Persyaratan yang ditanggung BPJS sangat beragam dan banyak. Pasien dengan kondisi yang ditanggung oleh BPJS dapat berobat gratis di fasilitas kesehatan terdekat.

Pada dasarnya BPJS sama dengan jaminan kesehatan lainnya, namun penggunaan BPJS diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004 dan Nomor 24 Tahun 2011.


Kedua undang-undang tersebut menyatakan bahwa setiap warga negara Indonesia wajib mengikuti program BPJS untuk mendapatkan pelayanan kesehatan atas penyakit yang ditanggung oleh BPJS.

Sayangnya, layanan BPJS hanya untuk pasien dengan kondisi yang ditanggung BPJS. Lalu penyakit apa saja yang ditanggung dan tidak ditanggung BPJS Kesehatan?

21 Penyakit yang tidak ditanggung BPJS Kesehatan

Penyakit yang ditanggung BPJS Kesehatan diatur dalam Perpres Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan. Penyakit dan pelayanan kesehatan tertentu tidak ditanggung oleh BPJS. Klasifikasi aturan menyebutkan bahwa BPJS Kesehatan tidak mencakup 21 pelayanan kesehatan dan penyakit.

Berikut 21 penyakit dan layanan medis yang tidak ditanggung BPJS Kesehatan.

  • Penyakit yang disebabkan oleh kejahatan. Penyakit akibat kekerasan dan kekerasan seksual tidak ditanggung oleh BPJS.
  • Penyakit akibat konsumsi alkohol tidak ditanggung oleh BPJS.
  • Penyakit yang disebabkan oleh keadaan yang tidak terduga. Misalnya, cedera dan penyakit akibat pertempuran tidak ditanggung oleh BPJS.
  • Penyakit yang disebabkan oleh percobaan. Penyakit yang disebabkan oleh eksperimen atau malpraktik tidak ditanggung oleh BPJS.
  • penyakit epidemi. BPJS tidak berlaku untuk pasien dengan eksaserbasi berkepanjangan.
  • Cedera akibat percobaan bunuh diri. Penyakit yang timbul setelah seseorang mencoba bunuh diri tidak ditanggung oleh BPJS.
  • Penyakit yang berhubungan dengan operasi plastik dan layanan operasi plastik. Kegiatan yang berkaitan dengan estetika wajah dan tubuh tidak dikenakan BPJS. Sehingga penyakit akibat prosedur kosmetik lainnya pada tubuh tidak ditanggung oleh BPJS.
  • Penyakit yang berhubungan dengan estetika gigi. Penjajaran gigi atau penggunaan peralatan gigi tidak ditanggung oleh BPJS.
  • Perawatan infertilitas atau kesuburan tidak ditanggung oleh BPJS.
  • Pelayanan kesehatan di luar negeri tidak ditanggung oleh BPJS.
  • Pelayanan kesehatan informal terdiri dari rujukan sukarela dan pelayanan kesehatan informal lainnya.
  • Pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan yang tidak bekerjasama dengan BPJS Kesehatan, kecuali untuk kasus gawat darurat;
  • Pelayanan kesehatan untuk penyakit atau cedera yang disebabkan oleh kecelakaan di tempat kerja atau di tempat kerja yang ditanggung oleh asuransi kompensasi pekerja atau dibayar oleh pemberi kerja.
  • Layanan medis yang tercakup dalam rencana asuransi kecelakaan menurut undang-undang yang tunduk pada hak kolektif anggota hingga jumlah yang ditanggung oleh rencana asuransi kecelakaan.
  • Beberapa layanan kesehatan berafiliasi dengan Kementerian Pertahanan, Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Polri.
  • Pelayanan kesehatan diberikan dalam rangka pelayanan sosial.
  • Layanan sudah dicakup oleh paket lain.
  • BPJS tidak menanggung pemasangan alat kontrasepsi.
  • Produk kesehatan rumah.
  • Pengobatan komplementer, alternatif dan tradisional yang keefektifannya belum dibuktikan dengan evaluasi teknologi kedokteran.
  • Layanan lain yang tidak terkait dengan manfaat asuransi kesehatan.

Beberapa penyakit di atas tidak ditanggung BPJS.

BPJS memberikan layanan hanya untuk kondisi yang ditanggung oleh BPJS sebagai berikut:

Penyakit yang ditanggung oleh BPJS Santé

Penyakit-penyakit yang ditanggung BPJS memiliki klasifikasi tersendiri, yang diatur dalam Keputusan Menteri Kesehatan (Permenkes) No. 28 Tahun 2014.

Penyakit yang ditanggung oleh BPJS ini bervariasi jumlahnya kurang lebih 74 penyakit. Lalu penyakit apa saja yang ditanggung BPJS? Di bawah ini Anda akan menemukan daftar kondisi medis yang ditanggung oleh BPJS.

  • Kejang demam
  • mabuk
  • tetanus
  • HIV AIDS tanpa komplikasi
  • Sakit kepala tegang
  • Migrain
  • suara yang rendah
  • Vertigo (vertigo posisi paroksismal jinak)
  • Gangguan somatoform
  • Insomnia
  • Benda asing di konjungtiva
  • Konjungtivitis
  • Perdarahan subkonjungtiva
  • mata kering
  • Blefaritis
  • Gardeol
  • Trikiasis
  • episkleritis
  • Sedikit rabun jauh
  • miopia ringan
  • Silindris ringan
  • presbiopia
  • Suram buta
  • Otitis eksterna
  • Otitis media akut
  • Tempat lilin telinga
  • Luka di hidung
  • Rinitis akut
  • Rinitis vasomotor
  • Rinitis vasomotor
  • benda asing
  • mimisan
  • flu
  • batuk yang menyesakkan
  • Faringitis
  • tonsilitis
  • Radang tenggorokan
  • asma bronkial
  • Bronkitis akut
  • Pneumonia, bronkopneumonia
  • Tuberkulosis paru tanpa komplikasi
  • penyakit hipertensi
  • kandidiasis mulut
  • Ulkus mulut (aptosis, herpes)
  • babi
  • Infeksi tali pusat
  • Radang perut
  • Gastroenteritis (termasuk kolera, giardiasis)
  • Refluks gastroesofageal
  • Perut TIFF
  • Keracunan makanan
  • Jenis cacing tertentu seperti cacing tambang, ascariasis, schistosomiasis dan taenia
  • Hepatitis A
  • disentri
  • Wasir atau ambeien
  • Infeksi saluran kemih
  • Pielonefritis atau infeksi ginjal tanpa komplikasi
  • Gonorea
  • Gangguan penis seperti phimosis dan paraphimosis
  • Sindrom keputihan (gonore dan non-gonore)
  • infeksi saluran kemih bagian bawah
  • Vulvitis atau radang vulva
  • Vaginitis atau radang vagina
  • Vaginosis bakterial
  • kehamilan normal
  • Salpingitis atau radang saluran tuba
  • kekurangan zat besi
  • Anda
  • Halaman
  • sarang lebah
  • dermatitis atopik
  • Lupus
  • Herpes zoster
  • Penyakit kulit dan kelenjar keringat

Penyakit-penyakit di atas merupakan salah satu penyakit yang ditanggung oleh BPJS. Jika Anda mengeluhkan suatu kondisi kesehatan yang ditanggung oleh BPJS, Anda bisa mendapatkan pengobatan gratis di fasilitas kesehatan yang menawarkan pembayaran melalui BPJS.

Pertama-tama, perhatikan institusi medis yang Anda pilih. Meskipun mereka memiliki keluhan tentang penyakit yang ditanggung oleh BPJS, beberapa penyedia layanan kesehatan tidak menawarkan pengobatan untuk BPJS.

Tata cara mengakses layanan bagi pasien dengan kondisi yang ditanggung BPJS berbeda-beda tergantung kebutuhan pasien. Pasien yang hanya ingin diperiksa dapat menunjukkan kartu BPJS dan KTP kepada pihak manajemen rumah sakit atau klinik.

Namun, jika rujukan ke rumah sakit utama diperlukan karena memerlukan rawat inap, beberapa dokumen penting lainnya perlu disiapkan, seperti kartu keluarga dan rujukan dari rumah sakit atau klinik tempat pemeriksaan sebelumnya dilakukan.

(Nabila Sahma)

Tonton juga video berikut:

Op Keloid Apakah BPJS Kesehatan Tertanggung?

Saya harap artikel 876 kata ini membantu Anda dan memberi Anda wawasan tentang topik kesehatan yang telah saya bicarakan. Jangan lupa bookmark atau share postingan ini. Kami berharap Tuhan Yang Mahakuasa akan menanggapi kebaikan Anda dan membagikan pesan ini. Sampai jumpa di postingan selanjutnya.

admin

Share
Published by
admin
Tags: kesehatan