Categories: Pendidikan

HNW Dorong Kualitas Pendidikan Keagamaan Di Indonesia Ditingkatkan Detikcom

?id=1129165&width=650 - Situs Berita Online Terbaik

Jakarta –

Wakil Presiden MPR Hidayat Nur Wahid (HNW) menyerukan peningkatan kualitas pendidikan agama bagi kelas menengah Indonesia. Hal ini dilakukan untuk menjadikan kelas menengah sebagai mitra dalam persaingan dengan sekolah umum.

Selain itu, langkah ini juga ditempuh untuk menciptakan murid yang berakhlak mulia atau berbudaya dan berbudi pekerti yang baik. Ada juga implikasi positif bagi masa depan mahasiswa milenial, Y dan Z, untuk menanjak dan menyongsong abad Indonesia merdeka.

Dalam rapat dengar pendapat dengan Panitia Kerja (Panja) Komisi VIII Pengawasan Pendidikan Agama di gedung RDK RI, anggota Komisi VIII RDK RI ini mengatakan bahwa tugas pendidikan agama di Indonesia secara umum masih jauh dari selesai. .

Hal ini dibuktikan dengan tidak adanya tawuran antar santri atau kasus peredaran narkoba antar madrasah.

"Kami belum pernah mendengar kejadian seperti itu di sekolah-sekolah agama," kata HNW dalam keterangannya, Jumat (26/8/2022).

Namun, dalam beberapa tahun terakhir terjadi kasus pelecehan seksual yang sangat menyedihkan dalam konteks pendidikan agama. Meskipun insiden serupa telah terjadi di lingkungan pendidikan publik, masalah ini masih meresahkan dan harus ditangani untuk mencegahnya terjadi lagi.

“Jangan sampai ajaran agama ini hanya sebatas teori. Jadi ada kasus seperti di Bandung dan Jombang," kata HNW.

Oleh karena itu, HNW berharap agar kasus-kasus keberhasilan atau best practice MAN Insan Cendekia dan Pondok Pesantren Gontor, serta kelas pendidikan agama lainnya, dapat dijadikan referensi bagi yang lain.

“Kami ingin mendapatkan informasi yang lebih mendalam tentang bagaimana pesantren, MAN dan lembaga pendidikan agama lainnya telah mampu menginternalisasi nilai-nilai agama untuk menghasilkan siswa yang berbudaya dan berkarakter, yang dapat berpartisipasi secara konstruktif melalui kualitas dan etos yang dibangun. .bersama dengan tersedianya pendidikan agama yang berkualitas” , kata HNW.

HNW mengatakan bahwa akhlak yang baik atau akhlak mulia merupakan perwujudan dari tujuan pendidikan yang tertuang dalam Pasal 31 Ayat 3 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Ketentuan tersebut berbunyi: “Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan sistem pendidikan nasional yang memajukan keimanan, ketaqwaan, dan akhlak mulia dalam kehidupan kerohanian bangsa yang diatur dengan undang-undang”.

Lebih lanjut, HNW menekankan budi pekerti yang baik atau akhlak mulia, yang harus diprioritaskan melalui pendidikan agama dan tentunya pendidikan masyarakat. Oleh karena itu, ketika ada wacana yang ingin menghapus madrasah dari undang-undang yang mengatur sistem pendidikan nasional, HNW menolaknya.

Ia mengatakan selalu mengapresiasi MAN Insan Cendekia yang mahasiswanya telah banyak meraih penghargaan akademik internasional. Pada tahun 2021, ia dinobatkan sebagai juara I peringkat SMA negeri.

“Ini membuktikan bahwa madrasah dan madrasah tidak kalah dengan siswa sekolah umum. Oleh karena itu, sudah sepatutnya sekolah agama seperti madrasah dan siswa madrasah tidak boleh ditelantarkan, ditelantarkan, tetapi diperlakukan adil dari segi anggaran,” ujarnya. HNW. .

Oleh karena itu, sangat penting bagi pemerintah untuk memperhatikan pendidikan agama, seperti madrasah, pesantren, dan lain-lain, serta mendukung perkembangannya. Misalnya sudah ada nomor 1 untuk karyawan. 18 Tahun 2019 tentang Dana Wakaf Permukiman Islam dan Permukiman Islam beserta peraturan pelaksanaannya.

Ia pun sependapat dengan manajemen Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor, Prof. dr. KH.H. Amal Fatullah Zarkasi, mengatakan negara harus cukup hadir.

HNW juga membahas masalah dukungan dan menyerukan tidak ada diskriminasi dan ketidakadilan, terutama karena ada beberapa laporan bahwa banyak permukiman Islam palsu masih mendapat dukungan dari Kementerian Agama. Sedangkan yang benar-benar ada dan layak mendapatkan bantuan malah tidak berhak mendapatkan bantuan dari Kementerian Agama.

“Ini juga mengingatkan Kemenag harus adil baik dalam penyusunan anggaran maupun dalam pembagian anggaran. Wajar untuk meningkatkan kualitas hunian Islam sebagai salah satu bentuk pendidikan agama di Indonesia yang peran dan pengabdiannya kepada negara dan bangsa Indonesia sudah ada sejak sebelum Indonesia merdeka,” imbuhnya.

Sebagai informasi, manajemen Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor Prof. dr. KH.H. Amal Fathullah Zarkasin, MA, Kepala Madrasah Aliyah Negeri Serpong, Dr. Abdul Basit, S.Ag, MM dan Kepala SMA Katolik Samosir Sumatera Utara.

Tonton videonya Lucu! Bamsoet membuka sidang tahunan MPR dengan pantoia" [Gambas. Video 20 detik] (eh/eh)

Armenia menjadi jembatan peradaban. Hal ini diperlukan untuk "mengatakan". Menlu Retno Marsudi |: Endgame S3E12

admin

Share
Published by
admin
Tags: pendidikan