Categories: Teknologi

Keberlanjutan Sistem Kerja Hybrid Memerlukan Investasi Teknologi

?media id=2244791135685964 - Situs Berita Online Terbaik

JAKARTA, Beritasatu.com. Permintaan untuk pekerjaan hibrida tidak mungkin berkurang, bahkan ketika kata 'hibrida' mendominasi diskusi tentang cara terbaik untuk menavigasi normal baru. Lebih dari 50% pekerja saat ini mengharapkan pekerjaan hybrid akan terus berlanjut setelah pandemi berakhir, menurut situs pasar tenaga kerja JobStreet Indonesia.

Oleh karena itu, investasi dalam teknologi sangat penting untuk kolaborasi yang efisien antara tim hybrid. Ketika perusahaan di Asia mulai mengadopsi praktik kerja yang lebih gesit, pekerjaan hibrida membutuhkan pendekatan yang berbeda. Karena beberapa pekerja memilih untuk bekerja dari rumah dan yang lain memilih untuk kembali ke kantor, banyak perusahaan menemukan cara terbaik untuk menciptakan strategi hibrida yang sesuai dengan budaya perusahaan mereka.

Tanpa teknologi, kelangsungan bisnis di masa pandemi akan sangat sulit bagi beberapa perusahaan. Dengan menjaga karyawan tetap berjalan dengan mekanisme khusus, tim TI kini telah mengalihkan fokus mereka dan mengeksplorasi kebutuhan teknologi yang dapat memuaskan pekerja jarak jauh dan kantor. Karena beragam karyawan menghadiri rapat dari kantor atau lokasi lain, rapat hibrida dan virtual telah menjadi hal yang biasa.

Pada saat yang sama, harapan karyawan telah sepenuhnya berubah dari sebelum pandemi. Teknologi yang dulunya usang kini menjadi penting tidak hanya di ruang konferensi tetapi juga di kantor pribadi, meja bersama, atau lokasi terpencil. Saat ini, alat kolaborasi seperti webcam dan headset atau kenyamanan menjadi standar di sebagian besar perusahaan sehingga karyawan siap bekerja dari jarak jauh.

Bisnis dan departemen TI sekarang harus mengambil pendekatan holistik untuk melengkapi tenaga kerja hibrida. Anda harus memastikan bahwa setiap karyawan memiliki akses yang sama ke perangkat keras, perangkat lunak, dan solusi berkualitas. Ini juga berlaku untuk ekosistem di mana karyawan secara teratur menggunakan berbagai platform konferensi video berbasis web.

Menurut Survei Pengalaman Pekerja Digital Gartner, karyawan sekarang menggunakan alat kolaborasi 44% lebih banyak daripada tahun 2019. Ini menunjukkan bahwa komunikasi digital dan konferensi video adalah alat terpenting di tempat kerja, dengan 80% pekerja melaporkan peningkatan produktivitas. Jadi mereka membutuhkan alat kolaborasi untuk melakukan pekerjaan mereka dengan baik.

Selain itu, Anda perlu berinvestasi dalam lingkungan kerja hybrid. Tidak hanya datang dengan langganan perangkat lunak konferensi video berlisensi. Saat ini, mengidentifikasi dan menerapkan solusi konferensi video adalah keputusan strategis dengan manfaat signifikan bagi tim dan bisnis TI. Perangkat ruang konferensi, headset dan webcam pribadi, serta aplikasi manajemen semuanya berkontribusi pada kualitas dan kenyamanan rapat virtual secara keseluruhan. Solusi ideal harus terjangkau, terukur, mudah digunakan oleh karyawan, dan cukup fleksibel untuk memenuhi kebutuhan bisnis yang dinamis.

Untuk memenuhi dinamika tenaga kerja yang terus berubah, para pemimpin bisnis telah mendesain ulang, menutup, memperkecil, memperluas, merombak, merelokasi, dan melengkapi ruang kantor. Tampaknya tempat duduk akan terus dihapus karena semakin banyak perusahaan memilih ruang kerja yang fleksibel atau sesuai permintaan untuk memungkinkan kolaborasi dari tim yang sekarang lebih tersebar. Tempat duduk kantor tetap akan menjadi sesuatu dari masa lalu karena lebih banyak perusahaan menawarkan ruang kerja yang fleksibel atau sesuai permintaan untuk memungkinkan kolaborasi tim yang begitu lazim saat ini.

Bayu Eko Susetio, Head of Video Communications Logitech Indonesia, mengatakan rapat dan ruang rapat kini memiliki banyak bentuk, mulai dari meja bersama hingga ruang rapat tradisional dan ruang konferensi.

“Dalam organisasi yang mengambil pendekatan hibrida untuk bekerja, karyawan datang ke kantor pada jam yang tidak teratur. Penataan ruang dan penggunaan alat kolaborasi memiliki dampak besar pada keterlibatan dan produktivitas karyawan. Setiap ruang pertemuan harus dirancang secara unik dan mendukung pertemuan kantor atau hybrid sesuai permintaan. Alat kolaborasi seperti sistem konferensi video harus memenuhi persyaratan baru ini sehingga karyawan dapat dengan mudah pulang dari kantor. Pendekatan yang mengutamakan video dan mengapa itu penting," katanya dalam keterangan tertulis.

Bayu menambahkan bahwa perubahan besar dalam cara orang bekerja dan di mana mereka bekerja membuat perusahaan memprioritaskan untuk memastikan tim terdistribusi berkolaborasi secara efektif. Bisnis perlu mengaktifkan kolaborasi di mana saja, tidak hanya di kantor. Bagi sebagian besar organisasi, ini berarti mengevaluasi kembali persyaratan desktop fisik dan virtual, sumber daya konferensi video, dan investasi mereka untuk mencapai hasil terbaik bagi organisasi mereka.

Saksikan siaran langsung program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

Alumni Summit 2021: Pengelolaan Sosial Lingkungan

admin

Share
Published by
admin
Tags: Teknologi