Kronologi Kasus Penembakan Polisi dan Polisi

Pada bulan July 2022 lalu, Indonesia kembali dihebohkan dengan munculnya berita penembakan polisi sesama polisi. Berita ini sangat membuat heboh masyarakat se-nusantara. Bagaimana tidak pasalnya kedua polisi yang beradu tembak menyebabkan salah satu polisi merenggang nyawa.

Muncul dugaan bahwa ada sesuatu yang janggal yang terkesan ditutup-tutupi oleh pihak kepolisian mulai dari terlibatnya. Hal ini langsung di hubungkan dengan pihak pihak terkati dengan pangkat Tinggi. Hingga kejanggalan atas kronologi kejadian penembakan polisi yang disampaikan.

Hingga terdapat banyaknya fakta-fakta yang didapatkan yang tidak sesuai dengan keterangan tersangka dan saksi. Jadi bagaimana sebenarnya kejadian penembakan polisi yang terjadi secara benar, mari kita bahas satu persatu.

Kronologi Kasus Penembakan Polisi Di Kawasan Jaksel

Pada 8 juli 2022 Brigadir J terlibat baku tembak dengan brahada E yang terjadi di rumah dinas kepala devisi profesi dan pengamanan (Kadiv Propam) polri irjen ferdy sambodo di perumahan polri duren tiga, Jakarta selatan.

Diketahui kedua polisi tersebut ditugaskan sebagai ajudan dari Irjen Ferdy Sambo. Khusus untuk Brigadir J, diperbantukan sebagai pramudi istri Irjen Ferdy Sambo yaitu Putri Candrawathi. Itulah sekilas kejadian yang terjadi secara garis besar lalu bagaimana kronologi menurut versi polisi kepala biro penerangan masyarakat mabes polri brigjen ahmad ramadhan mengatakan.

Brigadir J diduga sempat melakukan pelecehan terhadap istri Irjen Ferdy Sambo yang baru tiba dari luar kota. Akibatnya istri Irjen Ferdy Sambo pun berteriak minta tolong. Brahada E yang berada di rumah yang sama kemudian menghampiri istri irjen ferdy sambo.
Setelah mendengar teriakan tersebut “ibu berteriak minta tolong. Akibat teriakan tersebut, Brigadir J panik dan keluar dari kamar. Dan mendengar teriakan tersebut, beliau melihat brahada E yang saat itu berada di lantai atas menghampiri” dari perkataan Ramadhan.

Saat brahada E hendak menghampiri Brigadir J mencegatnya dan melepaskan tembakan lebih dahulu. Akhirnya baku tembakpun tidak bisa dihindarkan. Yang akhirnya menewaskan Brigadir J dari hasil olah TKP disebutkan ditemukan tujuh proyektil yang dilepaskan Brigadir J. Kemudian, lima proyektil dari brahada E dan semua proyektil dari brahada E mengenai tubuh Brigadir J yang menyebabkan tujuh luka tembakan.

Sebaliknya brahada E sama sekali tidak mengalami luka tembak sama sekali. Setelah dilakukan otopsi, jenazah Brigadir J kemudian dipulangkan ke kampung halamannya di jambi untuk dimakamkan ke bumi pertiwi.

Fakta dan Kejanggalan Dalam Kasus Penembakkan Brigadir J

Begitulah kronologi yang terjadi menurut versi polisi pada konverensi pers awal beberapa hari setelah kejadian. Namun masyarakat dan banyak pakar kasus menilai, bahwa kronologi versi awal polisi ini banyak keanehan dan kejanggalan.

Terlihat banyak pihak yang menganggap bahwa kronologi ini terkesan sangat aneh dan seperti dibuat-buat. Kejanggalan – kejanggalan pun mulai bermunculan, diantaranya:

  • Pertama, kasus tersebut baru dibuka ke publik oleh polisi tiga hari setelah kejadian yaitu tanggal 11 juli 2022.
  • Kedua sempat ada perbedaan keterangan dari pihak kepolisian akan tetapi polisi berdalih perbedaan keterangan itu akibat adanya pemutakhiran data.
  • Ketiga keterangan awal dari polisi menyebutkan bahwa seluruh CCTV yang berada di rumah irjen ferdy sambo disebut sudah rusak selama dua minggu akibat tersambar petir. Hal ini lantas menimbulkan banyak pertanyaan dan kritik dari publik masa terjadi kerusakan CCTV dalam waktu yang sangat lama. Mengingat tempat tersebut adalah rumah dinas kadiv propam polri yang merupakan salah satu orang penting polri,
  • Keempat ditemukan luka bekas sayatan pada jenazah Brigadir J. Pihak keluarga mendapati bahwa ada ruas jari Brigadir J yang putus padahal menurut keterangan dari polisi bahwa Brigadir J meninggal akibat luka tembak dalam baku tembak yang terjadi.
  • Kelima keluarga sempat didatangi sejumlah polisi selepas pemakaman dan ponsel ayah, ibu, dan saudara kandung Brigadir J juga diretas.
  • Keenam pernyataan dari polri yang berlainan antara satu pihak dengan pihak lainnya.
  • Ketujuh keluarga merasa bahwa ada sesuatu yang ditutupi oleh pihak kepolisian.

Hal tersebut dikarenakan sangat sulitnya pihak keluarga mendapatkan akses informasi seperti hasil otopsi yang terkesan ditutupi (keluarga tidak dapat menyaksikan otopsi) dan pemakaman yang terkesan dilakukan dengan terburu-buru.

Kelanjutan Penyelidikan Penembakan Polisi (Brigadir J)

Karena tekanan dari banyak pihak dan juga masih terdapat sejumlah kejanggalan yang dinilai publik. Sehingga menimbulkan kritik dan tanda tanya tentang kinerja dan integritas polri. Kemudian pada tanggal 12 juli 2022, berakibat semakin meluasnya kesimpang siuran isu kejanggalan yang sangat mengganggu citra polri. Maka kapolri jendral listyo sigit prabowo membentuk tim gabungan untuk kembali menyelidiki kasus polisi tembak polisi ini.

Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo mengatakan “saya telah membentuk tim khusus yang dipimpin oleh wakapolri“. Tim ini akan melibatkan unsur eksternal seperti komisi nasional hak asasi manusia (Komnas HAM) dan komisi kepolisian nasional (Kompolnas).

Jendral Listyo sangat berharap dengan dibentuknya tim khusus ini. Maka kasus penembakan polisi terkait Brigadir J bisa diusut secara transparan, objektif, dan profesional. Pembentukan tim khusus ini juga dikomentari oleh Presiden Joko widodo yang meminta agar kasus proses hukum pada kasus tersebut dilakukan secara terbuka.

Pembentukan Tim Khusus Penyelidikan Kematian Brigadir J

Berselang satu minggu dari pembentukan tim khusus, terkait kasus kematian Brigadir J memasuki babak baru. Hal ini terjadi terkait adanya dugaan pasal pembunuhan berencana. Dilanjut pada 18 juli 2022 keluarga Brigadir J melakukan pelaporan dugaan pembunuhan berencana tersebut ke bareskrim polri pengacara Brigadir J.

Kamarudin simanjuntak mengatakan dugaan pembunuhan itu terlihat jelas dari jasad Brigadir J yang mengalami luka lain selain luka tembak. Menurutnya luka tersebut tampak seperti hantaman benda tumpul dan sayatan benda tajam yang terdapat di bagian mata, hidung, bibir, bagian telinga, dan kaki kanan.

Selain itu pihak keluarga juga meminta agar dilakukan otopsi ulang pada jenazah Brigadir J. Buntut dari kontroversi yang terjadi akibat kematian Brigadir J kapolri akhirnya menonaktifkan irjen ferdy sambodo dari jabatannya sebagai kadiv propam terbaru. Bahkan beredar banyak spekulasi yang mengarah liar menjatuhkan citra martabat polri.

Seperti adanya isu bahwa Brigadir J dihabisi bukan di rumah dinas dijakarta melainkan di magelang Brigadir J sudah merenggang nyawa akibat penyiksaan. Namun isu tersebut terbantahkan setelah konverensi pers oleh tim khusus yang menangani kasus ini.

Temuan Baru Dari Tim Forensik Kasus Penembakan Polisi

Selain itu pernyataan polri sebelumnya yang menyatakan bahwa CCTV mengalami kerusakan. Hal itu juga menimbulkan kecurigaan ada yang menyabotase atau merusak CCTV. Namun kabar baik didapatkan setelah dalam konverensi pers tersebut perwakilan dari Komnas HAM menyatakan telah mendapatkan rekaman CCTV dari area sekitar.

Dari rekaman itu pula dibuktikan bahwa Brigadir J masih hidup ketika tiba di duren tiga rumah dinas tersebut. Kabar terbaru pada 27 juli 2022 tim dokter yang melakukan otopsi ulang jenazah Brigadir J. Tim dokter tersebut memberikan keterangan temuan yang ditemukan saat otopsi ulang yang dilakukannya telah ditemukan sejumlah luka-luka.

Namun harus dilakukan pendalaman untuk menentukan apakah luka yang ditemukan terjadi sebelum atau sesudah kematian dan dugaan kapan didapatkannya luka-luka tersebut. Menurut informasi terkait, tim dokter masih membutuhkan waktu untuk pemeriksaan dalam jangka waktu hingga empat sampai delapan pekan kedepan.

Setelah sample otopsi dibawa ke jakarta untuk diteliti. Dan pada hari senin tanggal 1 agustus 2022, empat orang jendral yang merupakan bagian dari tim khusus mendatangi TKP untuk melakukan uji balistik. Tentunya dengan tetap berjalannya penyelidikan tersebut, kita semua berharap agar pada akhirnya semuanya bisa terbuka secara terang benderang.

Kesimpulan Akhir

Tentunya kasus ini sudah mencoreng citra polri namun polri harus bisa menunjukan integritas dan profesionalismenya untuk tidak semakin membuat pihak polri kehilangan kepercayaan dari masyarakat Indonesia.

Admin

Share
Published by
Admin