Categories: Sejarah

Maksimalkan Peninggalan Sejarah | Post Post

s l640 - Situs Berita Online Terbaik

Teluk Beur – Bumi Batiwakkal – Seperti Kabupaten Beru – memiliki banyak situs peninggalan sejarah. Salah satunya adalah pembangunan ballroom di kota Teluk Bayur. Bangunan yang menjadi saksi kejayaan industri Teluk Vayu pada masa kolonial ini akan disulap semaksimal mungkin oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Beru menjadi objek wisata sejarah.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Kecamatan Teluk Bayur (SECCAM) Toto Marchito mengatakan timnya secara pribadi berkomunikasi dengan pihak ketiga tentang perbaikan desain apa yang perlu dilakukan untuk memaksimalkan beberapa situs warisan Teluk Bayur.

“Kami selalu terbuka (Khola) dan akan berkoordinasi dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) untuk maju,” ujarnya kepada Berau Post, Kamis (18 Agustus).

Dia menekankan bahwa diperlukan rencana yang "jelas" untuk pengembangan atau pengelolaan reruntuhan bersejarah. Alasannya sangat penting karena kawasan Teluk Bayu juga memiliki banyak situs peninggalan sejarah, salah satunya yang sangat terkenal yaitu ballroom dan terowongannya.

“Menurut kami, harus ada masterplan atau rencana. Jadi kita bisa mengetahui apa yang terjadi," katanya.

Jadi kalau sudah ada konsep kerja (DED), katanya bisa lihat detailnya. Karena provinsi jelas tidak memiliki anggaran yang cukup untuk pembangunan yang maksimal, maka perlu bantuan dinas terkait.

“Kami sangat mendukung catatan itu harus jelas seperti apa, atau DED juga bisa jelas dan dikomunikasikan ke provinsi,” katanya.

Kepala Disboudpar Berau Elias Natsir sebelumnya mengakui bahwa pemerintah Kabupaten Berau saat ini sedang berupaya meningkatkan pengelolaan cagar budaya di seluruh Kabupaten Berau, khususnya di Teluk Bayur.

Beberapa bangunan bersejarah Teluk Bayur saat ini sedang didaftarkan ke Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Beru, yang nantinya akan diambil alih Disbudpar, katanya.

“Jadi nanti kontrol akan diserahkan kepada kami (Disbudpar, red.) dan informasi terakhir yang saya terima saat ini sedang diproses, kita tinggal menunggu saja,” ujarnya baru-baru ini kepada tim media.

Ia mengakui, pihaknya nantinya akan membantu pihak ketiga dalam pengelolaan gedung bersejarah tersebut. “Pertama, kami mungkin akan memperbaiki jalan menuju gedung ballroom, yang terletak di atas bukit yang menghadap ke sungai. Tentunya dengan menggandeng pihak ketiga,” ujarnya.

Mantan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMK) itu mengatakan pihaknya akan bekerja sama dengan perusahaan batu bara di Kabupaten Berau karena gedung ballroom tersebut merupakan bekas kantor Steinkolen Matshappi Parapattan (SMP) yang menangani industri batu bara. masa penjajahan Belanda. “Terkait pertambangan, tentu kami mengundang perusahaan untuk ambil bagian dalam proses ini,” kata Elias.

Menurutnya, beberapa tempat bersejarah di Teluk-Bayur bisa menjadi tempat wisata sejarah. Selain itu, Teluk Bayur juga memiliki fasilitas tambahan yang dapat mempercantik dan memaksimalkan sektor pariwisata. Karena itu, Elias berharap ada pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar.

“Peninggalan sejarah bisa menjadi daya tarik baru, selain merevitalisasi perekonomian masyarakat, juga bisa menjadi tambahan PAD (Pendapatan Pokok Daerah) bagi pemerintah,” ujarnya. (disini/rp)

Lagrangian Tak Terbatas | Kemampuan organisasional

admin

Share
Published by
admin
Tags: sejarah