Categories: Sejarah

Masjid Angke Sarat Nilai Sejarah

Easy Hit PX S2000 696 399 84 int c1 - Situs Berita Online Terbaik

IHRAM.CO.ID, DKI Jakarta dipenuhi dengan berbagai bangunan bersejarah Islam. Masjid Jami Al-Anwar adalah salah satunya. Rumah Doa Muslim juga dikenal sebagai Masjid Angke.

Cagar budaya meliputi area seluas sekitar 930 m2. Luas bangunan utama adalah 225 meter persegi. Masjid Jami Al Anwar terletak di Jalan Pangaran Tubagus Ang, Tambora, Kotamadya Jakarta Barat.

Dr. Oud-Batabia (1935). FD Hahn mengatakan, masjid yang penuh dengan khazanah sejarah ini dibangun pada tanggal 2 April 1761 atau Kamis 25 Syaban 1174. Sejarawan tua Alvi Shahaba, yaitu 1714, yaitu usia bangunan cagar budaya ini jauh lebih tua, yaitu 250 tahun atau lebih dari tiga ratus tahun.

Konon kuil ini dibangun oleh seorang wanita Tionghoa. Diketahui, wanita tersebut menikah dengan pria asal Kesultanan Bante. Akhirnya, keberadaan masjid menjadi bagian dari sejarah kolonial jihad Muslim.

Tidak dapat dipungkiri bahwa sejarah bangunan ini tidak dapat dipisahkan dari sejarah Angka secara keseluruhan. Dahulu daerah tempat masjid ini dibangun dikenal dengan nama Kampung Bali. Setidaknya sejak abad ke-16, banyak orang telah pindah dari Pulau Dewata ke Jakarta – nama lama Jakarta sebelum Batavia.

Umat ​​​​Hindu pertama kali disambut oleh Muslim lokal yang merupakan pendatang ke daerah tersebut. Semua orang hidup damai dan saling menghormati. Kemudian datanglah para imigran Cina. Mereka suka memelihara bebek. Jadi tempatnya berubah: Kampung Dak.

Pada akhir abad ke-17, masing-masing kelompok etnis ini tinggal di pemukiman dekat Teluk Jakarta. Lama kelamaan jajahan Belanda meluas. Bahkan, pemerintah kolonial menamai kota itu Batavia.

Dari 9 Oktober hingga 11 Oktober 1740, sebuah peristiwa besar terjadi di sini. Orang-orang Cina memberontak terhadap pemerintah kolonial. Kejadian ini kemudian menjadi nama provinsi Cina yang disebut Geiger dalam sejarah.

Alvi Shahab di rumah: Ratu Belanda dari Timur menghancurkan oposisi Cina dengan tangan besi. Akibatnya, sekitar 10.000 orang Tionghoa terbunuh di Batavia. Mayat mereka dibuang ke sungai bersama air yang memisahkan Kampung Bali/Kampung Dak.

Itu mengubah air sungai menjadi merah. Ang berarti merah dan Ke berarti sungai dalam bahasa Hokkien. Desa ini berganti nama menjadi Ang pada tahun 1740 setelah tragedi Chinatown untuk mengenang Sungai Merah.

[32] Sunnah untuk melupakan saat membaca Quran di malam hari selama bulan Ramadhan – Ustaz Badli Shah Alauddin

admin

Share
Published by
admin
Tags: sejarah