Categories: Sejarah

Membuat Film Dokumenter Sambil Belajar Sejarah VIVA

Bagaimana Cara Belajar PHP yang Paling Cepat dan Efisien - Situs Berita Online Terbaik

Minggu, 28 Agustus 2022 – 14:12 WIB

VIVA: Guru atau pendidik selalu ingin siswanya senang dan bersemangat untuk mempelajari mata pelajaran yang disajikan. Sejarah merupakan bagian darinya, terutama pada mata pelajaran yang sebagian besar menggunakan metode naratif atau membaca.

Memilih model pembelajaran yang menyenangkan adalah pilihan pertama sebelum memberikan pengetahuan kepada siswa. Wajar jika materi sejarah hanya diberikan dengan pelajaran ini, akan berdampak pada siswa. Siswa menjadi bosan dan bosan mendengarkan ceramah/dongeng guru. Bukankah tujuan belajar sejarah adalah untuk belajar dari masa lalu, menerapkannya pada masa kini, dan membangun masa depan yang lebih baik?

Salah satu model yang dapat digunakan untuk mencapai tujuan pembelajaran sejarah adalah pembelajaran bermakna. Seperti Muhammad I'mad Hamdi, MD, Taman Sidoarjo, Guru Besar Sejarah di SMAN 1, siswa didorong untuk mengalami sendiri peristiwa sejarah saat membuat film dokumenter sehingga siswa dapat menghubungkan konsep yang dipelajari dengan "pengalaman" yang dapat diletakkan. apa yang terjadi dalam hidupnya. Tentunya juga akan memperkaya pengalaman siswa, tidak hanya dari segi konten sejarah, tetapi siswa akan maju secara kolaboratif dan kolaboratif dalam tim produksi sebuah proyek film dokumenter.

Selain itu, materi faktual sejarah yang dapat digunakan dalam film dokumenter sangat beragam, salah satunya materi Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Materi ini juga memuat muatan perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia yang tidak diragukan lagi akan menanamkan rasa nasionalisme dalam diri siswa.

Dalam membuat proyek film dokumenter ini, guru terlebih dahulu membagi siswa ke dalam kelompok tim produksi yang terdiri dari Production Coordinator (bertanggung jawab untuk mengkoordinasikan/menyutradarai film), Talent (aktor), Wardrobe dan Property (bertanggung jawab menyiapkan pakaian dan perlengkapan). . ) . selama pembuatan film), pengeditan dan pemasaran (bertanggung jawab atas pasca produksi film dan persiapan pemutaran film di kelas). Dengan mempersiapkan kelompok produksi ini, para siswa memiliki kebebasan untuk memilih joobdex sesuai dengan minat dan kemampuannya masing-masing, sehingga pelatihan ini juga lengkap atau berbeda.

Setelah membuat tim produksi, guru mendorong siswa untuk meneliti peristiwa, karakter, sejarah, dan setting lokasi. Misalnya: “Siapakah tokoh-tokoh yang termasuk dalam Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dan apa perannya?” Langkah ini berguna bagi siswa untuk mempersiapkan naskah dan plot film. Para siswa kemudian menulis naskah, dengan memperhatikan sumber-sumber sejarah yang mereka terima pada tahap-tahap studi mereka sebelumnya.

Tahap selanjutnya adalah tahap persiapan film, siswa meneliti lokasi dan menyiapkan properti untuk digunakan, termasuk biaya untuk peralatan rekaman. Tidak perlu menggunakan kamera DSLR atau mirrorless, mahasiswa juga bisa menggunakan kamera handphone. Setelah tahap pra-produksi telah dilalui, langkah selanjutnya adalah produksi film dokumenter. Tim produksi, yang mejanya digunakan bersama, bekerja di bawah arahan koordinator produksi. Setelah menyelesaikan tahap produksi, maka masuk ke tahap pasca produksi di mana ia mengedit video yang ia buat, menyiapkan platform pengeditan film seperti YouTube, dan menyiapkan presentasi kelas dengan membuat poster.

Penafian: Artikel ini adalah materi buatan pengguna dari VIVA.co.id, dihosting di saluran VStory dan berdasarkan konten buatan pengguna (UGC). Tanggung jawab atas seluruh isi artikel dan isinya semata-mata terletak pada penulis atau pengguna.

Tanah Tentara Gurkha! Inilah fakta-fakta tentang Nepal

admin

Share
Published by
admin
Tags: sejarah