Categories: Teknologi

Mendikbudristek Bicara Teknologi Dalam Pendidikan Di Markas Besar PBB Republika Online

Pertashop Banner720x300px scaled - Situs Berita Online Terbaik

Platform Merdeka Mengajar digunakan oleh 1,6 juta guru tujuh bulan setelah diluncurkan

Mendikbud Bahas Teknologi dalam Pendidikan di Markas PBB Republika Online, JAKARTA – Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Nadiem Anwar Makarim berbicara di Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). ) talk for talk, New York, Amerika Serikat (AS). Pada kesempatan ini, Nadiem berbicara tentang teknologi dalam pendidikan.

“Menggunakan teknologi dalam pendidikan bukanlah pilihan bagi Indonesia karena keragaman sekolah, demografi, kelompok kepentingan, dll. Teknologi sudah menjadi kebutuhan dalam dunia pendidikan,” kata Nadiem dalam siaran persnya, Minggu (18/9/2022).

Ia menjelaskan, hingga April 2020, 96% sekolah di Indonesia ditutup karena wabah tersebut. Hal ini telah menyebabkan krisis pembelajaran dan meningkatnya ketidaksetaraan dalam akses ke teknologi. Alhasil, kata dia, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan cepat mengalihkan fokusnya ke teknologi.

“Teknologi sering menjadi renungan setelah proyek dimulai dan melebihi kenyamanan mereka yang terlibat dalam penggunaannya. Sebaliknya, teknologi saat ini berkembang secara serius dengan kebijakan perencanaan berkelanjutan, pengutamaan manfaat dan kemudahan aksesibilitas bagi pengguna,” kata Nadeem.

Menurutnya, hal ini ditunjukkan dengan berbagai platform teknologi yang kini digunakan oleh jutaan guru, akademisi, mitra pendidikan, dan UKM. Beberapa program tersebut, kata dia, antara lain Platform Merdeka Mengajar, Raport Pendidikan, Kampus Merdeka, Kedaireka, studi.id, Arkas, TanyaBOS dan SIPLah.

“Platform Merdeka Mengajar telah digunakan oleh 1,6 juta guru sejak diluncurkan tujuh bulan lalu. Sebanyak 55.000 konten pembelajaran tersedia di platform untuk guru. 92.000 guru kemudian mengunggah konten untuk menginspirasi guru-guru lain di berbagai daerah di Indonesia,” jelasnya.

Selain itu, Mendikbudristek mencontohkan platform Rapor Pendidikan yang digunakan oleh lebih dari 141.000 sekolah dan 505 pemerintah daerah. “Untuk pertama kalinya di Indonesia, pemerintah daerah memiliki akses terhadap data yang komprehensif yang dapat membantu mereka secara efektif menentukan arah kebijakan dan anggaran pendidikan,” katanya.

Jaime Saavedra, Direktur Pembelajaran dan Inovasi Masa Depan di Bank Dunia, menanggapi komentar Nobody. Banyak negara, kata Jaime, tidak bisa bertransformasi seperti Indonesia karena tidak ada kepemimpinan atau dukungan politik di Kementerian Pendidikan. “Banyak negara harus belajar dari pengalaman baik Indonesia,” jelasnya.

Kunjungan Mendikbud RI ke AS ini mencakup dua misi khusus. Pertama, menonjolkan kepemimpinan Indonesia dalam mentransformasi sistem pendidikan melalui kemajuan Merdeka Belajar. Kedua, meningkatkan kerjasama antara lain dengan berbagai universitas di bidang pendidikan tinggi dan lembaga penelitian dan museum terbaik dunia yang bergerak di bidang kebudayaan di Amerika Serikat.

Review RUU Sisdiknas bersama Mendikbud, Nadiem Makarim Ristek

admin

Share
Published by
admin
Tags: Teknologi