Categories: Pendidikan

Menggagas Pendidikan Yang Memerdekakan

pendidikan - Situs Berita Online Terbaik

Lihat 77 tahun negara kita. Sekarang ada kontradiksi antara permintaan dan kenyataan. Tujuan negara kita adalah untuk menciptakan negara kesejahteraan, negara berdasarkan tiga pilar: pemerintahan yang kuat, pasar yang kompetitif, dan masyarakat sipil yang bebas dan sejahtera.

Dengan cara ini, semua warga negara harus menikmati kemakmuran, kemakmuran dan keadilan, termasuk dalam hal pendidikan.

Hal ini diilhami oleh model demokrasi sosial, di mana negara bertindak sebagai regulator, mediator dan redistributor sumber daya dalam masyarakat.

Pasar diberikan kebebasan maksimal, namun tetap berpartisipasi dalam regulasi negara sebagai pintu gerbang aturan main.

Negara menjadi penjaga pasar dan masyarakat sipil. Pajak progresif diperkenalkan untuk membuat pendidikan, perawatan kesehatan, dan layanan publik terjangkau bagi semua warga negara.

Tapi sekarang kita terjebak dalam neoliberalisme, dan negara semakin menarik diri dari urusan publik.

Pendidikan tidak lagi menjadi alat pembebasan dan telah gagal menjadi sarana mobilitas sosial. Sebaliknya, pendidikan menjadi sarana untuk mereproduksi pelajaran.

Ada filosofi yang saling bertentangan dalam liberalisme. Sayap proteksionis demokrasi adalah sayap yang mengidentifikasi negara dan memberikan peran sebanyak mungkin kepada pasar.

Ini pertama kali ditemukan oleh John Stuart Mill dan pelopor kedua oleh Friedrich von Hayek.

John Stuart Mill sebenarnya lebih dekat dengan cita-cita UUD 1945. Menurut John Stuart Mill, masyarakat yang kompetitif akan mendorong apa saja, tetapi harus ada pengamanan terhadap demokrasi.

Jika tidak dilindungi, demokrasi tidak akan mampu menghasilkan sumber daya manusia yang baik, seperti yang terjadi di Indonesia.

Apa yang harus dilindungi? Pendidikan dan perawatan kesehatan karena mereka menciptakan sumber daya manusia yang kompetitif.

Friedrich von Hayek sangat mementingkan perlindungan hak. Karena itu, dia lebih memilih pasar, lalu mengebiri negara. Menghadapi demokrasi yang membeku, Indonesia memilih jalan Hayek.

Gambaran globalisasi dan sumber daya manusia

Di seluruh dunia, perubahan besar terjadi di tengah kebijakan pemerintah yang gagal melindungi sektor publik.

Thomas L Friedman (2005) mendefinisikan dunia sebagai datar. Dalam dunia perjuangan dan persaingan yang terus berkembang saat ini, perubahan besar sedang terjadi yang akan mempengaruhi cara kita membentuk pendidikan kita.

Dalam volume pertama "Globalisasi" (abad ke-18-19), negara berperan dalam perluasan dunia.

Volume kedua globalisasi (abad ke-20) adalah era perusahaan multinasional, di mana globalisasi menggerakkan perusahaan perusahaan multinasional.

Sekarang kita telah memasuki jilid ketiga globalisasi yang menggerakkan individu. Persaingan dan perjuangan tidak lagi terjadi antara negara dan perusahaan, tetapi antar manusia.

Saat ini Anda harus menjual diri Anda sendiri. Untuk bertahan hidup, setiap orang harus mahir dalam Internet, bahasa internasional, dan informasi.

Perubahan-perubahan di dunia ini memberikan dampak yang signifikan bagi negara-negara berkembang, termasuk Indonesia.

Dalam volume pertama Globalization, kami membahas tentang Belanda, Inggris, dan Jepang. Globalisasi Jilid 2 Perusahaan multinasional mempengaruhi kemandirian kita sebagai bangsa. Kita tidak memiliki kemandirian di bidang pangan, energi dan modal.

Jika kita tidak selamat dari globalisasi jilid pertama dan kedua, kita tidak akan selamat dari persaingan gelombang ketiga, kecuali kita mempersiapkan sumber daya manusia yang terlatih dari sekarang.

Apa line-up yang kita miliki hari ini? Kualitas SDM Indonesia dinilai “terbelakang” dibandingkan negara ASEAN lainnya.

Dari segi kuantitas, kita memiliki potensi manusia yang besar, tetapi dari segi kualitas, kita kalah. Dilihat dari IPM dan indikator lainnya, Indonesia kalah dengan negara-negara ASEAN, seperti Malaysia.

Aktivis populis bisnis dan pendidikan Francis Wahona mengatakan kemerosotan Indonesia pada 1950-an adalah akibat dari kebijakan pendidikan Pancasila, yang ditandai dengan kebijakan pendidikan pemerintah yang militan selama era Jepang dari 1970-an hingga 1990-an dan sekarang hingga 2000-an. telah diganti. , itu akhirnya digantikan oleh pembenaran pendidikan lain dari neoliberalisme.

Menurut Asah, jika kemerdekaan kita sebagai bangsa pendiri bangsa Indonesia hendak dibangkitkan dari rawa keterpurukan, maka revolusi pendidikan ala pendidikan rakyat Pancasila, di mana pendidikan ala Ki Hagar Diwantari, Mangunweja, Bahrudin , Sri Wahyaningsi dan Toto Raharjo bisa menjadi orang-orang cerdas. Menjadi panutan dan mendukung inisiatif pendidikan yang mencakup alternatif.

Dokumen-dokumen dalam buku Sutekho Brajanagari yang terbit tahun 1950-an bisa dijadikan titik tolak.

Buku pertama yang ditulis oleh S. Brajanagara dan L. oleh Kartasoebrata, berjudul Metode Baru Pembaharuan Pendidikan dan Pelatihan, Sekolah Rakyat Pancasila.

Buku kedua yang melengkapi buku pertama juga ditulis oleh Sutiga Prajanagara, berjudul Sejarah Pendidikan Indonesia, Yogyakarta, 1956.

Buku pertama menjelaskan secara rinci mazhab populer Pancasila, sedangkan buku kedua mengeksplorasi tempatnya dalam kehidupan dan konteks serta alasan pembentukan dan keberadaannya.

Sotiga Prajanagara saat itu menjadi ketua Kongres Pendidikan Indonesia.

Pendirian Sekolah Rakyat Pancasila memerlukan perubahan keterlibatan, filosofi, kurikulum dan pelatihan guru, termasuk menguasai sejarah pembelajaran global atau perjuangan bangsa Indonesia. Biaya untuk organisasi tersedia dengan anggaran 20 persen dari APBN kita.

Ada dua dasar pemikiran reformasi pendidikan dan pelatihan di sekolah dasar Pancasila. bahwa pembelajaran harus sesuai dengan karakter dan kebutuhan anak, dan bahwa sekolah harus dikaitkan dengan kehidupan masyarakat sehari-hari.

Pendidikan harus menghilangkan tauhid karena akan mematikan kreativitas anak. Sekolah adalah bagian organik dari masyarakat untuk masa depan masyarakat mereka dan bukan alat kekuasaan atau alat untuk menghilangkan elitisme dan kefanatikan.

Guru perlu mengetahui keadaan lingkungan sekolah. Materi apa saja yang tersedia di sekolah yang dapat digunakan sebagai bahan ajar?

Bagaimana mata pelajaran diajarkan? Bahan bisa didapat dari musim, hari libur desa dan adat.

Pembelajaran berbasis lingkungan seperti itu sesuai untuk kelas yang lebih muda hingga kelas 4, sedangkan siswa kelas 5 dan 6 perlu dikeluarkan dari lingkungannya.

Anak-anak senang mengeksplorasi hal-hal di luar desa atau lingkungan pedesaan mereka, tetapi masih perlu menggunakan sumber belajar lokal.

Konsep Sekolah Vernakular Pankasila ini sejalan dengan pandangan Sri Odiningsi bahwa diperlukan sistem pendidikan yang komprehensif untuk memenangkan persaingan di era globalisasi ketiga.

Kami berpikir secara lokal, tetapi kami harus bertindak secara global. Berpikir global, bertindak lokal.

Jadilah kreatif

Saat ini, Kemendykbudriskek melaksanakan program pendidikan mandiri. Sekolah dapat berkreasi dalam menciptakan kegiatan pendidikan yang sesuai dengan konteks dan lingkungan siswa.

Namun, pendekatan mandiri tidak ada gunanya jika pemerintah pusat tetap menetapkan standar hasil belajar (CP) dan dicek oleh peraturan pusat.

Secara budaya, pendidikan mempunyai tugas memperkaya budaya dan karakter bangsa serta melindungi harkat dan martabat bangsa dalam pergaulan internasional. Kebebasan jiwa sangat penting di negara merdeka.

Gaya klasik dan gaya Montessori dapat dipertukarkan. Gaya mengajar klasik menghadapkan siswa di kelas, sementara Montessori berfokus pada kreativitas pribadi. Sistem Dalton berkompromi.

Ada kebebasan dalam kelompok. Sekolah Vernakular Pancasila bertujuan untuk membangun masyarakat Pancasila, masyarakat yang patriotik, demokratis, kemanusiaan, dan hemat sosial.

Tujuan pendidikan dan pelatihan adalah untuk mendidik orang-orang yang kompeten yang merupakan warga negara demokratis yang bertanggung jawab atas kesejahteraan penduduk negara.

SD lokal Pancasila dan faktor lokal juga diselenggarakan untuk memberikan pendidikan lingkungan melalui partisipasi aktif.

Alih-alih lapangan kuning di tengah sekolah, bangunan lingkaran memiliki teater seni, kolam, dan taman di dalamnya. Di sisi lain adalah bengkel dan toko kerajinan.

Jika kita menggunakan materi Sekolah Rakyat Pancasila sebagai dasar pembelajaran hari ini, itu adalah revolusi pendidikan, penggerak dan katalisator upaya pemulihan kemerdekaan Indonesia dan dapat menciptakan sumber daya manusia yang mandiri, bermartabat, dan cinta kasih. menghadapi globalisasi dalam skala apapun.

Dapatkan berita dan berita pilihan dari Kompas.com setiap hari. Bergabunglah dengan grup Telegram Berita Update Kompas.com kami, buka tautan https://t.me/kompascomupdate dan bergabunglah. Pertama, Anda perlu menginstal aplikasi Telegram di ponsel Anda.

Pedagogi kritis. Konsep pendidikan yang terbaik

admin

Share
Published by
admin
Tags: pendidikan