Categories: Kesehatan

Pakar Kesehatan Sebut Indonesia Hadapi Tujuh Tantangan Kesehatan Ini Di Usia 77 Tahun Republika Online

largepreview - Situs Berita Online Terbaik

5.498 Puskesmas masih belum memiliki sembilan jenis tenaga kesehatan sesuai standar.

Indonesia menghadapi tujuh tantangan kesehatan ini di Republik Jakarta yang berusia 77 tahun secara online, menurut pakar kesehatan: Profesor Tjandra Yoga Aditama, Direktur Studi Sarjana di Universitas YARSI dan Profesor di FKUI, memiliki 77 tantangan kesehatan. Indonesia Lama Pertama, bagaimana menyadarkan warga agar kesehatan menjadi prioritas utama.

Menurutnya, pandemi Covid-19 telah memaksa pengambilan keputusan publik dan publik untuk semakin memprioritaskan kesehatan. "Kita semua perlu memahami bahwa 'kesehatan bukanlah segalanya, tetapi segala sesuatu tanpa kesehatan bukanlah apa-apa'," kata Tjandra dalam sebuah pernyataan, Kamis.

Kedua, bagaimana menjamin ketersediaan pelayanan kesehatan dasar khususnya model Tetap Sehat, Tetap Sehat, Sehat. Bahkan sebelum tahun 1980, seluruh kabupaten di Indonesia telah memiliki Puskemas. “Tapi sekarang, 5.498 dari 10.373 bushism (53 persen) masih belum memiliki sembilan jenis tenaga kesehatan sesuai aturan dan 586 bushism masih belum memiliki dokter,” katanya.

Ketiga, meningkatkan kualitas pelayanan rumah sakit, terutama yang berkaitan dengan pasien dan pembiayaan eksternal yang jumlahnya lebih dari 110.000 juta per tahun. Oleh karena itu, setidaknya ada tiga hal yang perlu dibenahi, pertama dalam hal pajak alat kesehatan, kedua dalam hal sarana dan prasarana, dan ketiga dalam hal ketersediaan dan distribusi tenaga kesehatan yang terampil.

Tantangan keempat adalah menghadapi pandemi Covid-19 dan mempersiapkan masalah keamanan kesehatan di masa depan. termasuk potensi wabah penyakit dan re-epidemi.

Kelima, advokasi dan koordinasi sangat penting, karena masalah kesehatan tidak dapat diselesaikan oleh sektor kesehatan saja. Contoh konkrit adalah penerapan One Health System sebagai pendekatan kolaboratif untuk pelayanan kesehatan manusia, hewan dan lingkungan lintas sektor dan tentunya terintegrasi dengan masyarakat, kata Profesor Tjandra.

Keenam, diperlukan upaya tambahan untuk mencapai SDG 3, yaitu mencapai hidup sehat dan sejahtera pada tahun 2030. Target (3.3) mencakup penghapusan epidemi AIDS, tuberkulosis, malaria dan penyakit tropis terabaikan pada tahun 2030 dan pengendalian hepatitis yang ditularkan melalui air dan penyakit menular lainnya.

“Kami masih memiliki tingkat tuberkulosis yang tinggi dan ratusan daerah tanpa malaria. Jelas bahwa pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan 2030 membutuhkan kegiatan dan sumber daya prioritas untuk kesehatan dan kesejahteraan manusia, ”katanya. ;

Ketujuh, peran Indonesia dalam kesehatan global. Pada tahun 2022, ada banyak kegiatan kesehatan G20 selama kepresidenan Indonesia.

Ia mengatakan bahwa Indonesia telah memainkan banyak peran dalam Global Health Diplomacy Forum, baik dalam bentuk berbagai kebijakan global maupun peran dunia nyata seperti pemeringkatan World Health Organization di berbagai level. Menurut Tjandra, mengutip pengalaman kami dalam menangani berbagai masalah kesehatan, kontribusi Indonesia terhadap kesehatan global perlu terus ditingkatkan.

“Hasil investigasi anak-anak setempat, serta pengalaman dan pengalaman kami bertahun-tahun,” ujarnya.

Dampak perubahan iklim terhadap penyakit dan kesehatan Kontroversi di bidang kesehatan

admin

Share
Published by
admin
Tags: kesehatan