Categories: Pendidikan

Pendidikan Kesetaraan: Sang Penyelamat

IndoorGrid - Situs Berita Online Terbaik

Kami sering menerima laporan peningkatan tuntutan pidana atau perdata dari anak usia sekolah karena berbagai alasan. Kemudian anak tersebut segera ditarik dari lembaga pendidikan tempatnya menuntut ilmu.

Proses hukum harus tetap berjalan. Namun, kebutuhan untuk mencabut hak pendidikan anak-anak yang bermasalah hukum harus dipertanyakan. Dalam hal pendidikan, itu adalah hak setiap warga negara.

Belum lagi kita masih melihat ada anak usia sekolah yang juga memiliki masalah psikologis, sehingga anak tidak mau menyelesaikan studinya atau bahkan putus sekolah. Sekali lagi pertanyaannya adalah: haruskah anak-anak dengan masalah psikologis dicabut haknya atas pendidikan?

Tentu saja, seperti yang ditunjukkan oleh anak-anak sekolah bermasalah, kebutuhan pendidikan mereka belum terpenuhi.

Kita bersyukur negeri ini masih memiliki pendidikan yang adil yang bisa menjadi tempat belajar bagi anak-anak usia sekolah yang dianggap merepotkan. Mereka sepenuh hati dilayani dalam pendidikan kesetaraan.

Kekuatan mereka, betapapun kecilnya, dihargai dan tantangan mereka, betapapun besarnya, digunakan sebagai tantangan untuk memperbaikinya. Guru yang ditunjuk untuk mengajar, oleh karena itu, hindari sikap sombong, marah, atau sikap negatif lainnya. Posisi yang ditunjukkan adalah kerendahan hati, kelembutan, kepedulian dalam bahasa yang menenangkan.

Misalnya, penulis menemukan bahwa seorang siswa sekolah menengah pernah mendapat masalah dengan hukum di sekolah dan dihukum untuk jangka waktu tertentu. Dan jika gratis, anak ditawarkan pendidikan pasca sekolah menengah Paket B melalui kelulusan dan diploma. Kemudian bocah itu melanjutkan pendidikannya di sekolah menengah. Tampaknya perilaku terbaik dicapai di sekolah menengah.

Contoh lain, ada warga binaan pemasyarakatan yang sebenarnya masih duduk di bangku SMA namun dikeluarkan karena ikut dalam proses hukum dan masuk ke dalam Lapas. Meski dipenjara, hak pendidikan mereka tetap diwujudkan melalui kemitraan antara lembaga pemasyarakatan dan lembaga pendidikan nonformal dalam program Paket C Pendidikan Kesetaraan.

Oleh karena itu peran pemerataan pendidikan dalam memajukan mencerdaskan kehidupan bangsa, khususnya bagi anak usia sekolah yang bermasalah secara hukum dan psikologis.

Di balik semua itu, tentu ada tokoh penting yang berperan dalam pemerataan pendidikan. Inilah yang disebut "RUANG". Secara finansial, tutor menerima sedikit, tetapi secara moral peran mereka besar dalam membantu anak-anak bermasalah yang bersekolah untuk mendapatkan pendidikan yang layak.

Meski pendidikan untuk pemerataan sedang “terpinggirkan” karena berbagai alasan, termasuk RUU Sistem Pendidikan Nasional yang sedang dikembangkan, hal itu lebih terlihat nyata. Namun, pendidikan yang setara ini tetap menjadi “solusi” untuk mengatasi permasalahan anak bangsa.

lihat lebih banyak

Tinggalkan komentar

Berkomentarlah dengan bijak dan bertanggung jawab. Komentar adalah tanggung jawab penuh pemberi komentar sesuai dengan ketentuan IEE Act.

KIRIM

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Lihat semua komentar (0)

Bimtek Pendidikan Kesetaraan Tahap 1 Program Studi Mandiri

admin

Share
Published by
admin
Tags: pendidikan