Categories: Pendidikan

Pendidikan Pancasila Diusulkan Jadi Mata Pelajaran Wajib Detikcom

kemenag 169 - Situs Berita Online Terbaik

Jakarta –

Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Penilaian Pendidikan (BSKAP), Kemendikbudrist Anindito Aditomo mengatakan, pemerintah telah mengusulkan Pancasila sebagai mata pelajaran wajib dalam kurikulum pendidikan dasar dan menengah dalam RUU Sistem Pendidikan Nasional.

“Usulan untuk menjadikan pengajaran panchasil sebagai mata pelajaran dan mata pelajaran wajib masuk dalam Pasal 81 dan 84 RUU Sistem Pendidikan Nasional,” kata Anindito dalam siaran persnya, Jumat (2/9/2022).

UU Sisdiknas saat ini, lanjut Anindito, tidak mencantumkan pendidikan dalam Pancasila sebagai mata pelajaran wajib atau sebagai mata pelajaran dalam kurikulum sekolah dasar dan menengah.

Selain mengatur tentang adanya mata pelajaran wajib, undang-undang tentang sistem pendidikan nasional juga memasukkan muatan wajib dalam kurikulum sekolah, yaitu: matematika, ilmu pengetahuan alam (ASI), ilmu sosial (OSS), seni budaya, pendidikan jasmani dan olahraga. . , kemampuan hidup. keterampilan dan konten lokal.

Pada pertemuan keempat Kelompok Kerja Pendidikan (EdWG) G20 yang diadakan di Nusa Dua, Bali, Anindito menekankan bahwa wajib belajar tidak boleh dilaksanakan sebagai mata pelajaran yang terpisah, tetapi dapat diselenggarakan secara fleksibel, tepat dan relevan. Dalam konteks

Dengan cara ini, tambah Anindito, satuan pembelajaran dapat menciptakan pembelajaran yang kreatif dan interdisipliner atau multidisiplin.

Ia melanjutkan, semangat Gung Royong, hakikat Pancasila, berperan mewujudkan sumber daya manusia yang bermutu, yang mencerminkan karakteristik peserta didik Pancasila. Itu juga telah dinilai oleh negara-negara G20 EdWG.

“Seperti yang dikatakan menteri, semangat Gotong Royong harus memperkuat komitmen negara-negara di seluruh dunia untuk membangun kembali pendidikan setelah epidemi. Pendidikan yang lebih inklusif dan sejahtera,” katanya saat menjadi presiden G20.

Peneliti hukum dan kebijakan publik Universitas Indonesia Chris Vijoyo Soepanji menanggapi positif bahwa pendidikan pancasila adalah mata pelajaran wajib bersama dengan pendidikan agama dan bahasa Indonesia.

“Keputusan pemerintah untuk memasukkan Pancasila ke dalam daftar item patut diapresiasi,” kata Chris.

Pencantuman Pendidikan Pancasila sebagai mata pelajaran wajib dalam RUU Sistem Pendidikan Nasional, lanjut Chris, penting untuk menegaskan jati diri bangsa. Wujudnya akan tercermin dalam kehidupan bernegara, baik dalam sistem hukum maupun dalam kehidupan sehari-hari.

“Ketentuan ini akan berdampak positif jika Pancasila dikembalikan sebagai dasar identitas bangsa, karena didasarkan pada esensi nilai-nilai peradaban bangsa Indonesia,” katanya.

Selain itu, Chris menjelaskan pentingnya nilai-nilai Pancasila tidak hanya bagi kehidupan bernegara, tetapi juga sebagai prinsip penentu hubungan geopolitik dalam skala global. Dengan Pancasila, ia percaya bahwa Indonesia tidak bisa bergerak tetapi dapat menawarkan solusi untuk kehidupan global yang lebih harmonis.

“Jika nilai-nilai Pancasila dilestarikan dan diimplementasikan dalam ketertiban umum, ada standar untuk menjaga kedinamisan bangsa Indonesia. Kalau soal penampilan, Pancasila mungkin adalah prinsip yang ditawarkan masyarakat Indonesia kepada dunia,” jelas Chris.

Pemerintah secara resmi telah mengajukan RUU Sistem Pendidikan Nasional kepada Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia sebagai Program Tambahan Legislatif Prioritas 2022 (Prolegnas).

UU Sisdiknas mengamandemen tiga undang-undang yang berkaitan dengan pendidikan, yaitu UU No. 20 tentang Sistem Pendidikan Nasional, UU No. 20 Tahun 2003, UU No. 14 tentang Guru dan Guru Tahun 2005, dan UU tentang Pendidikan Tinggi. UU 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan akan dimasukkan ke dalam sistem pendidikan nasional. memeriksa

Masyarakat dapat mengunduh dan mempelajari Naskah Akademik dan UU Sisdiknas melalui https://sisdiknas.kemdikbud.go.id/.

“Pemerintah serius melibatkan masyarakat dalam penyusunan rancangan undang-undang tentang sistem pendidikan nasional. Proposal dan dokumen dapat diajukan melalui halaman pengajuan aplikasi. Kami akan mengumpulkan dan mempertimbangkan opini publik untuk mendapatkan hasil terbaik,” pungkas Anindito.

"Ulang tahun Pancasila, mereka ingat Pancasila." Tonton videonya [Gambas: Video 20sec] (kri/erd)

Konferensi Pendidikan Kewarganegaraan, Beaux-Arts 170920

admin

Share
Published by
admin
Tags: pendidikan