Categories: Pendidikan

Program Penyetaraan Pendidikan Tinggi, Dua Tahun Lulus Sarjana S1 Sekretariat Daerah Kabupaten Tegal

banner%20gelombang%202%20tahun%202020 min - Situs Berita Online Terbaik

Slavi – Dalam rangka meningkatkan kualitas SDM khususnya pelaku pembangunan pedesaan, Pemerintah Kabupaten Tegal bekerjasama dengan Universitas Negeri Semarang (UNES) membuka Recognition of Past Learning (RPL). Dengan pengakuan hasil belajar melalui pendidikan formal, non-formal, non-formal atau pengalaman kerja, siswa yang berpartisipasi dalam EVL dapat memperoleh gelar sarjana hanya dalam waktu dua tahun.

Hal itu terungkap pada Selasa (27 September 2022) pada acara Sosialisasi Penerimaan Mahasiswa Baru Jalan RPL di Aula Amangkurat. Sekretaris Daerah Kabupaten Tegal Widodo Joko Muliono dalam sambutannya menekankan pentingnya pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) bagi pedesaan, khususnya pendidikan pedesaan yang berkualitas.

“Dalam rangka memperkenalkan pendidikan pedesaan yang berkualitas, kami telah membuat jalur khusus untuk memberikan kesempatan pelatihan pascasarjana bagi para pemimpin desa dan teknisinya, BPD (Badan Pembina Desa), pendamping desa dan perwakilan agen pembangunan pedesaan lainnya. Ini akan diselesaikan dalam waktu empat semester. … kata Joko.

Percepatan pendidikan S1 dapat dicapai dengan mengakui atau mengakui pengalaman dalam praktik pengembangan dan pemberdayaan masyarakat pedesaan. Hasil pembelajaran di tempat kerja diakui sebagai kredit semester setelah lulus penilaian EVL dan proses akreditasi.

Program EVL Pedesaan merupakan inisiatif dari Kementerian Kependudukan, Pembangunan dan Peralihan Daerah Tertinggal (Kmendes PDTTT) bekerjasama dengan sejumlah perguruan tinggi di tanah air bekerjasama dengan Universitas Negeri Semarang (UNES).

“Kami Pemerintah Kabupaten Tegal sangat mendukung program RPL Desa untuk mencetak lebih banyak ilmuwan pedesaan, khususnya aparat pedesaan, yang akan mengefektifkan manajemen pembangunan dan memberdayakan masyarakat pedesaan untuk menghasilkan hasil yang berkualitas.”

Sementara itu, Desi Arifianto, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Perdesaan (Dispermasdes) Tegal, mengatakan sosialisasi RPL sangat efektif bagi aparat pemerintah desa karena meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan mendorong pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.

Dari 281 walikota tersebut, 33 lulusan SLTA, 140 lulusan SLTA, 9 mahasiswa pascasarjana, 69 mahasiswa pascasarjana, dan 6 mahasiswa pascasarjana, jelas Dassi.

EVL tentu akan mempercepat pendidikan pascasarjana bagi lulusan dan lulusan SMA, dengan memperhatikan pekerjaan kepala desa dan perangkat desa. Selain mendapatkan ilmu terbaru di kampus sambil bekerja. Menerapkan pengetahuan yang diperoleh langsung ke dalam praktik.

“Sosialisasi hari ini diikuti 175 orang. Peserta ini merupakan unsur pemerintah desa dan lembaga pemasyarakatan desa. Saya berharap dengan adanya EVL ini sumber daya masyarakat Kabupaten Tegal dapat terkelola dengan lebih baik, khususnya program pembangunan desa,” ujar Dassi.

Selain itu, Wakil Rektor Bidang Akademik Younnes Dr. Zainuri mengatakan, program EVL ini merupakan peluang besar bagi para pimpinan markas, pengurus PKK, organisasi kepemudaan dan RT untuk melanjutkan studi di magistrasi.

“Program EVL saat ini belum ditetapkan sebagai program doktor. Sedangkan program sarjana bisa diselesaikan dalam dua tahun, dan program magister dalam satu tahun,” kata Zainuri. (BP/jam)

S2 penting? || Jika manfaat cocok dengan S2

admin

Share
Published by
admin
Tags: pendidikan