Categories: Sejarah

Sejarah Pierre Tendean Dan Rukmini, Pasangan Yang Terpisah Akibat G30S PKI Detikcom

3949372024 - Situs Berita Online Terbaik

Jakarta

Letnan Satu Pierre Tendin , asisten Jenderal AH Nasution, juga tewas dalam G30S PKI, memiliki simpanan selama hidupnya. Namanya Rukmini Chaimin, juga dikenal sebagai Mimin.

Hubungan mereka dimulai dengan sebuah kunjungan. Teman-teman Pierre mengundangnya untuk mengunjungi kediaman Rukmini.

Bertemu dengan Pierre Tendean dan Rukmini

Menurut buku Masikuri Pierre Tendin yang dipublikasikan di situs Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Pierre Tendin telah menunjukkan minat pada Rukmini sejak itu. Sifat Rukmini yang lembut dan lembut membuat Pierre jatuh hati padanya.

Seiring waktu, mereka semakin dekat dan akhirnya menikah. Janji ini membuat Pierre selalu menemukan Rukmini di waktu senggangnya.

Kisah pertemuan dengan roh yang sama

Selama bertugas di Medan, Pierre Tendin terus berkirim surat kepada saudara-saudaranya di Semarang. Di hadapan atasan dan bawahannya, ia berbicara tentang naik turunnya peran perwira muda.

Dalam surat-suratnya ia sering membicarakan hubungannya dengan Rukmini Haimin.

“Mitz, aku bisa bertemu belahan jiwaku. Vis yo Mitz, dongakake wae, mugo mugo, bercanda saja," kata Pierre.

Ini berarti, Mitz, bahwa saya telah bertemu jodoh saya. Ya, Mitz, doakan saja, saya harap dia mau.

Orang tua Pierre tidak menyetujui

Keluarga Pierre Tendin tidak menyetujui keberadaan Rukmini sebagai kekasih. Keluarganya percaya mereka tidak akan bahagia jika mereka tetap bersama. Tanpa menyerah, Pierre berusaha meyakinkan orang tuanya tentang calon istrinya.

Seperti yang telah dibahas dengan baik, hubungan di antara mereka akhirnya disetujui. Pierre dan Mimin telah memutuskan untuk menetapkan tanggal pernikahan.

Saat itu, gaji Pierre Tendin tentu kecil. Ia juga berencana mengemudikan traktor pada malam hari di lokasi konstruksi di Silang Monas saat ia menganggur.

November 1965 Rencana pernikahan berantakan.

Setelah menempuh perjalanan panjang, pernikahan Pierre dan Rukmini dijadwalkan pada November 1965. Sepulang dari Medan, Pierre kembali berkonsultasi dengan ibunda Rukmini.

Saat itu, ibu Rukmini hanya berpesan agar Pierre tidak memuji anaknya. Wanita itu pun menasihati Rukmini untuk mencintai secara alami karena saat itu ia melihat banyak kesedihan.

Namun, hubungan mereka berakhir dengan kematian Pierre Tendin dalam kecelakaan G30S PKI.

Tonton video " Luke Tumisa, mantan penyintas Pulau Poplar Buru "
[Gambar: video 20 detik]
(tidak / nafsu)

Kisah cinta tiga pahlawan dengan akhir yang menyedihkan dan tragis

admin

Share
Published by
admin
Tags: sejarah