Categories: Teknologi

Teknologi IoT Bantu Petani Kutai Timur Perkirakan Kondisi Cuaca Dan Pupuk Ditjen

largepreview - Situs Berita Online Terbaik

DSC00360 - Situs Berita Online Terbaik

Kutai Timur, Direktorat Jenderal Aptiker: Penerapan teknologi Internet of Things (IoT) membantu petani di Kabupaten Kutai Timur untuk memprediksi kondisi cuaca dan jumlah pupuk di lahan pertanian. Teknologi ini terdiri dari sensor medan dan cuaca yang dikendalikan oleh aplikasi pengawasan.

“Aplikasi yang disediakan sangat berguna. Sangat cocok untuk memantau kondisi tanah dan curah hujan,” kata Zuman, seorang petani dari desa Miu, saat acara panen dan konferensi “Petani Hari Ini dan Masa Depan: Kami dan Teknologi Teknologi untuk Meningkatkan Hasil Pertanian” di Desa Miu Baru, Kabupaten Kutai Timur, Dar Time, Provinsi Kalimantan Timur, Kamis (25/8/2022).

Norteng, petani lain, mengatakan dia sekarang dapat mengukur kebutuhan nitrogen, fosfat, dan kalium di lahan pertaniannya. “Kebutuhan nitrogen, fosfat dan kalium (dalam tanah) jelas. Ini sangat bagus," katanya.

Di sisi lain, Profesor Bayu Dwi Apri Nugroho dari Fakultas Pertanian UGM mengatakan, pertanian digital saat ini sedang diterapkan untuk membangun ekosistem pertanian digital di kawasan yang proses bisnisnya bersifat bottom-up dan top-down.

“Idealnya, teknologi pertanian bukan hanya tentang peningkatan produktivitas dan peningkatan hasil panen, tetapi juga penjualan. Di sini kami juga menawarkan akses ke toko pertanian, reseptor dan bank”, jelasnya.

Bayu mengatakan, implementasi aplikasi tracking ini terkendala oleh petani yang tidak bisa menggunakannya. Namun, ini telah diselesaikan dengan pindah ke situs web baru.

“Petani bisa menghubungi Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dan pendampingnya untuk informasi lebih lanjut,” ujarnya.

Selain memperkirakan jumlah pupuk yang dibutuhkan, petani dan toko pertanian (sebagai penyedia kebutuhan pertanian) juga dapat menggunakan data dari sensor tanah dan cuaca untuk memperkirakan konsumsi yang dibutuhkan.

“Selain itu, pemerintah dapat menggunakan data tersebut untuk mengembangkan kebijakan untuk kebutuhan pertanian, seperti pupuk dan pestisida,” tutup Bayou.

Lihat Juga: Pertanian Presisi Berbasis IoT Tingkatkan Hasil Petani Tsukabumi hingga 30%

Sementara itu, Bahtiyar Minarto, perwakilan Direktorat Ekonomi Digital Kementerian Komunikasi dan Informatika, mengatakan program transformasi digital sektor pertanian logistik maritim bertujuan untuk memberikan nilai tambah kepada masyarakat melalui aplikasi IoT. Teknologi.

“Teknologi berupa sensor tanah dan cuaca diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas lahan,” ujar Bahtier. (oh)

Tuhan tahu dia punya 2 anak.

admin

Share
Published by
admin
Tags: Teknologi