Categories: Kesehatan

Tips Menjaga Kesehatan Di Musim Pancaroba Islam NU

sahabat nabi nu online3 1655170805 - Situs Berita Online Terbaik

Jakarta, UN Online Akhir-akhir ini banyak jemaah yang sering mengalami batuk, pilek, dan demam yang membutuhkan waktu lama untuk sembuh. Batuk dan pilek juga sembuh dan kembali lagi dan lagi.

Anggota Pengurus Nahdlatul Ulama (LK PBNU) Dr. Syifa Mustika mengungkapkan keluhan yang sering dirasakan masyarakat karena sebagian besar wilayah Indonesia berada dalam masa transisi. Seperti yang dijelaskan Dr Syifa bahwa masa transisi merupakan masa peralihan antara musim kemarau dan musim hujan.

“Tahun ini ditandai dengan hujan lebat, angin kencang dan perubahan cuaca yang ekstrim,” kata dr Syifa di akun Instagram pribadi Doktersyifmustika.

Dalam kondisi ini, tubuh secara otomatis mencoba beradaptasi dengan suhu lingkungan. Pada saat yang sama, kekebalan atau daya tahan tubuh terhadap penyebab penyakit berkurang, seringkali membuat orang sakit.

Menurutnya, secara umum ada empat penyakit yang sering terjadi pada masa transisi. Yakni, demam berdarah, diare, infeksi saluran pernapasan atau ISPA, termasuk influenza dan demam tifoid (tifus).

Dr Syifa memberikan beberapa tips untuk mencegah penyakit di masa transisi, yaitu:

  • Jaga kebersihan makanan dan minuman
  • Cuci tangan Anda dengan baik sebelum atau sesudah makan
  • Berhati-hatilah saat makan, jangan terlalu berhati-hati dengan makanan ringan, dan minum air matang yang bersih.
  • Jaga kebersihan lingkungan terutama musnahkan lalat, nyamuk, kecoa dan semut.
  • Makan makanan yang bergizi dan seimbang
  • Perbanyak istirahat dan pertahankan gaya hidup teratur
  • Teruslah berolahraga untuk membangun daya tahan tubuh Anda.
  • “Jika gejalanya parah, segera ke dokter, jangan ragu-ragu,” saran dr Syifa.

    Di sisi lain, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan musim hujan 2022/2023 akan datang lebih awal dari biasanya.

    Awal musim hujan di Indonesia diperkirakan terjadi pada September hingga November 2022, dengan puncak musim hujan pada Desember 2022 dan Januari 2023," kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati. Hujan 2022/2023. Pengumuman konferensi pers Jakarta, Rabu (31/8/2022) oleh BMKG Dilihat dari NU Online, Minggu (18/9/2022).

    Fenomena La Niña diperkirakan akan melemah selama periode Desember 2022 hingga Januari 2023, dengan tren ke arah netralitas. Fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) diperkirakan masih negatif hingga November 2022.

    “Kombinasi dari dua kejadian ini (La Niña dan TIO negatif) diharapkan dapat berkontribusi terhadap peningkatan curah hujan di Indonesia,” kata Dwikorita Karnawati.

    Berdasarkan kajian BMKG terhadap zona musiman, saat ini terdapat sekitar 699 zona musiman dengan total 583 ZOM (zona musiman) dengan dua musim atau lebih (sebelumnya disebut hanya ZOM) dan 116 ZOM dengan hanya satu musim (sebelumnya disebut ). NOZOMO).

    ZOM9120 terbagi atas Sumatera 156 ZOM, Jawa 193 ZOM, Kalimantan 67 ZOM, Bali 20 ZOM, Nusa Tenggara Barat 27 ZOM, Nusa Tenggara Timur 28 ZOM, Sulawesi 104 ZOM, Maluku 40 ZOM, dan Papua 64 ZOM.

    Dari 699 ZOM di Indonesia, 114 ZOM (16,31%) diperkirakan mulai musim hujan pada September 2022, meliputi sebagian Sumatera, Jawa, Kalimantan, Bali, Sulawesi, Maluku dan Papua. Sebanyak 175 OMZ (25,03%) akan memasuki musim hujan pada Oktober 2022, meliputi sebagian Sumatera, Jawa, Kalimantan, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku, dan Papua.

    Reporter: Kendi Setiawan Editor: Musthofa Asrori

    4 cara sederhana untuk menjaga kesehatan fisik dan mental

    admin

    Share
    Published by
    admin
    Tags: kesehatan